PASURUAN, Radar Bromo - Suhu dingin belakangan ini, menyelimuti wilayah Pasuruan. Minimnya sinar matahari, menjadi pemicunya.
Koordinator Bidang Observasi Stasiun Meterorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi menyampaikan, matahari jarang muncul di wilayah Jawa Timur belakangan ini. Hal ini, dikarenakan awan tebal yang selalu menutupi.
Penyinaran matahari yang berkurang, membuat suhu terasa dingin. “Itu merupakan faktor kenapa anginnya terasa dingin,” katanya.
Apalagi pasca hujan. Di Pasuruan, kelembapan udaranya tinggi. Sementara, suhunya rendah. Kondisi tersebut, membuat angin yang bertiup cenderung dingin.
Meski sebenarnya, suhu udara masih terpantau normal. Berkisar antara 25 sampai 33 derajat celcius.
Hawa dingin yang terjadi, biasanya menandakan kemunculan angin monsun. Sebab angin tersebut berbalik arah hanya 2 kali dalam setahun. Dan itu, terjadi saat pergantian musim. “Tapi angin monsun belum terpantau muncul,” tukasnya. (zen/one)
Editor : Fahreza Nuraga