PASURUAN, Radar Bromo-Anggaran bantuan operasional daerah (bosda) bagi lembaga PAUD-TK di Kota Pasuruan tetap dialokasikan Pemkot Pasuruan tahun ini. Besaran yang diterima setiap siswa tetap seperti tahun lalu. Tidak ada kenaikan.
Alokasi bosda tahun ini sebesar Rp 16.500 untuk setiap siswa. Terakhir kali mengalami kenaikan tahun lalu. Saat itu naik Rp 3.500. Dari sebelumnya hanya Rp 13.000 setiap siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan, Lucky Danardono menuturkan alokasi Bosda untuk PAUD-TK tetap.
Total ada 208 lembaga negeri yang menerima. Mulai dari PAUD, taman kanak kanak (TK), kelompok bermain (KB), dan Taman Pendidikan Alquran (TPA).
Pencairan dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Jumlah yang diterima setiap lembaga berbeda.
Karena menyesuaikan jumlah siswa di lembaga itu. Semakin banyak siswa maka bosda yang diterima juga lebih besar.
"Dicairkan pada Maret untuk semester satu dan Juli untuk semester dua. Pencairan dilakukan langsung dengan transfer ke masing masing lembaga," tutur Lucky.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ini menyebut, pemberian Bosda ini harus tepat sasaran.
Tidak boleh digunakan untuk kesejahteraan guru. Melainkan harus yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM). Seperti pemenuhan buku bacaan atau alat permainan edukatif (APE).
"Kalau untuk honor guru tidak boleh. Sebab pemkot sudah mengalokasikan untuk insentif guru PAUD yang cair tiap triwulan," jelas Lucky. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid