Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tim Pemenangan Adi Wibowo-M Nawawi Tak Remehkan Kotak Kosong, Justru jadikan Sebagai Penyemangat

Fandi Armanto • Kamis, 20 Februari 2025 | 16:45 WIB
BAKAL MEMIMPIN: Penetapan Adi Wibowo dan M Nawawi sebagai pemenang Pilwali Pasuruan yang dilakukan KPU.
BAKAL MEMIMPIN: Penetapan Adi Wibowo dan M Nawawi sebagai pemenang Pilwali Pasuruan yang dilakukan KPU.

PASURUAN, Radar Bromo-Dari empat daerah di Kota-Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, hanya Kota Pasuruan yang di pilkada serentak lalu diikuti oleh calon tunggal. Adi Wibowo-M Nawawi (ANUGERAH) bertarung melawan kotak kosong. Endingnya, paslon yang didukung oleh semua parelemen di Kota Pasuruan tersebut menang dengan perolehan 79.814 suara atau meraih 80,05 persen.

Pemilihan kepala daerah yang hanya diikuti calon tunggal di Kota Pasuruan, baru pertama kali. Sebelumnya, pilkada selalu diikuti lebih dari satu paslon.

Bahkan pernah sampai empat calon. Boleh dibilang jumlah paslon yang mengikuti kontestasi di Pilwali Pasuruan, selalu turun.

Rinciannya, di Pilwali tahun 2010 diikuti empas paslon. Di tahun 2015 turun karena hanya diikuti tiga paslon.

Di tahun 2020 hanya dua paslon. Hingga di pilkada serentak terakhir tahun 2024 hanya diikuti calon tunggal.

Menurut Dr Muhammad Mashuri, wakil rektor 1 Universitas Merdeka Pasuruan, calon tunggal memang menjadi fenomena di Indonesia. Jumlahnya terus bertambah saat pilkada digelar. Ini juga terjadi di Kota Pasuruan.

“Yang terjadi di Kota Pasuruan, semua partai tidak punya pilihan untuk mencalonkan tokohnya. Hingga akhirnya hanya muncul satu nama yakni Adi Wibowo,” beber Mashuri.

Calon tunggal ini, juga karena ada kekhawatiran dari partai politik, jika Saifullah Yusuf mencalonkan diri lagi.

Tentu jika Gus Ipul berangkat lagi, maka pesaing akan kesulitan bersaing untuk berkontestasi. Terlebih selama memimpin Kota Pasuruan, Gus Ipul memberikan dampak yang signifikan.

“Namun ternyata di akhir-akhir masa jabatannya, Gus Ipul didaulat untuk menjadi Menteri Sosial. Bahkan dipercaya melanjutkan di kabinet Presiden Prabowo Subianto,” terang doktor Hukum Administrasi itu.

Memang paslon yang melawan kotak kosong, punya banyak keunggulan. Selain didukung banyak parpol, kampanye paslon tunggal juga tanpa perlawanan.

Meskipun dalam pelaksanannya, aa relawan umbung kosong yang bergerak. Bumbung kosong ini, kata Mashuri, muncul karena tak sepakat dengan paslon yang ada.

“Di pilkada serentak kemarin, ada dua bumbung kosong yang menang. Yakni Pilkada Kota Pangkalpinang dan Pilkada Kabupaten Bangka,” beber Mashuri.

Di sisi lain, Abdullah Junaidi yang menjadi ketua tim pemenang paslon Anugerah menyebutkan, kemenangan paslon tunggal di Kota Pasuruan atas peran banyak pihak.

Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga bagaimana menggandeng komunitas-komunitas yang ada di kota.

“Jaringan-jaringan inilah yang membuat kami dan paslon, diterima masyarakat. Bagaimana ANUGERAH menggandeng anak-anak muda, hingga ormas dan badan otonomi seperti Muslimat dan Fatayat,” beber politisi PKB ini.

Pria yang gemar gowes itu menyebutkan, memang saat pelaksanaan kampanye di pilkada, muncul gerakan bumbung kosong.

Gerakan ini dianggap wajar karena pasti ada yang tak sepakat dengan paslon ANUGERAH. Saat itu tim melihatnya bagian dari demokrasi.

Gerakan bumbung kosong ini tidak disepelekan. Namun tim menjadikannya sebagai pelecut untuk semakin bergerak dan turun ke bawah untuk menampung keinginan dan mengetahui persoalan di masyarakat.

Bahkan Junaidi menyebut, Gerakan bumbung kosong ini pasti juga mengajak calon pemilih untuk bisa hadir di TPS.

Kini setelah ANUGERAH bakal dilantik, tim pemenangan juga berharap Adi Wibowo dan M Nawawi, segera bisa merealisasikan janji-janji kampanye yang menjadi visi-misinya. Masih banyak persoalan di Kota Pasuruan yang harus dituntaskan.

Walau Adi Wibowo dan M Nawawi tidak mementuk tim percepatan pembangunan daerah (TP2D), dia meyakini dengan pengalaman keduanya, bisa langsung bergerak untuk menata pemerintahan.

Tantangan pemerintah ke depan in ikan juga berat. Selain adanya efisiensi, pemerintah masih harus menyelesaikan segala persoalan di kota.

Mulai dari target parkir yang sekarang anjlok, hingga refocusing yang jelas mempengaruhi fiskal. Adi Wibowo-M Nawawi harus mencari solusi. Tim anggaran, kata Junaidi, harus punya pioritas.

“Misalnya bagaimana meningkatkan PAD dan sektor lain, agar pembangunan bisa tetap berjalan. (fun)

           

Editor : Abdul Wahid
#pelantikan kepala daerah #kotak kosong #pilwali pasuruan #pemkot pasuruan