PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Malang nian nasib Solichin, 57. Pejuang cuan yang sehari-harinya jadi tukang becak ini mendadak ambruk di tepi jalan WR Supratman, Bangilan, Panggungrejo, Kota Pasuruan. Ia lantas meninggal.
Insiden itu terjadi Senin siang (17/2). Diduga Solichin meninggal karena sakit yang dideritanya.
Keluarganya enggan melanjutkan pemeriksaan terhadap korban. Jenazahnya pun langsung dibawa pulang ke rumahnya di RT 3/RW 3, Jalam Halmahera, Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo.
Kabid Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat menjelaskan, sedari pagi korban mengantar jemput wisatawan peziarah makam KH Hamid dari lokasi terminal wisata ke kawasan Alun-alun.
Sekitar 12.30, korban rampung mengantarkan peziarah yang kebeberapa kalinya.
Tiba di area parkir becak, Jalan Supratman, ia lantas menurunkan penumpangnya.
Diduga karena korban kelelahan, lalu ia memarkir becaknya di sisi Jalan Supratman sebelah timur. Korban ikut nimbrung bersama sejumlah teman sesama abang becak.
Disana, korban sempat menikmati rokok sembari duduk. Beberapa menit kemudian, korban lalu tergeletak.
Teman-teman korban mencoba untuk membangunkan korban, waktu itu juga korban meninggal dunia. “Korban lalu diantarkan ambulans ke rumahnya,” katanya.
Saat sudah meninggal dunia itu istri dan anak korban duduk di depan jenazah korban yang sudah diselimuti kain sembari menangisi kepergian korban.
Keluarga korban menolak untuk diotopsi kala itu dan meminta jasad korban untuk dipulangkan.
Adanya orang meninggal di kawasan Alun-alun didengar kepolisian. Polisi lantas menuju ke TKP setelah mendapat laporan masyarakat.
“Kami mendapat laporan dari masyarakat sekitar di Jalan Wr Supratman Timur ditemukan orang meninggal dunia dalam keadaan terlentang di trotoar area parkir becak wisata,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.
Polsek Purworejo dan Polres Pasuruan Kota mendatangi TKP. Tiba di TKP, tak lama jasad dibawa ambulans klinik Al Maunah Kota Pasuruan. Lalu, jasad korban dibawa ke rumah duka.
Kata Jun, hasil pemeriksaan dokter klinik, korban baru saja meninggal dan tidak ada tanda tanda penganiayaan. “Diketahui punya riwayat sakit darah tinggi dan struk,” sampainya.
Tambah Jun, tidak ditemukan luka bekas penganiayaan pada tubuh korban. Ditempat kejadian tidak ditemukan bekas kejahatan.
“Kami lalu koordinasi dengan perangkat Kelurahan. Komunikasi dengan keluarga korban dan buat surat pernyataan,” ujarnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi