KRATON, Radar Bromo– Gara-gara bermain korek api, sebuah rumah terbakar hebat di RT 6/RW 2, Desa Gambirkuning, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Pemilik rumah, Fiza Fauzi, mengalami kerugian sekitar Rp 500 Juta. Kerugian ini cukup besar.
Sebab, rumah dan seluruh isinya habis terbakar. Selain itu, sebuah mobil milik korban yang diparkir di garasi rumah juga terbakar. Hanya tinggal rangka.
Kebakaran ini terjadi Jumat (14/2) malam, pukul 20.45. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, anak-anak korban yang bermain korek api. Mereka sama-sama masih di bawah umur. Yaitu Mir, 6, dan adiknya Lan, 5.
Malam itu menurutnya, istri korban Khusniawati, 34, bersiap tidur dengan kedua anaknya. Khusniawati lantas masuk ke kamarnya. Namun, ternyata di kamar itu kedua anaknya tidak ada.
“Kedua anak korban ternyata masih main korek api kayu di ruang sebelah rumah. Itu ruang garasi dan ruang servis elektronik, jadi satu,” terangnya.
Saat itu sebenarnya, Khus mengetahui aktivitas kedua anaknya. Namun, tidak terlintas hal itu akan menimbulkan kebakaran besar. Karena itu, istri korban tidak mencegahnya. Sedangkan sang suami tidak berada di rumah.
Tanpa diketahui sang ibu, korek api yang dimainkan kedua anaknya berjatuhan ke kertas berkas dokumen.
Api lantas membakar kertas-kertas itu dan menyebar ke barang lain yang mudah terbakar di garasi.
“Namun, saat itu sang ibu belum menyadari adanya kobaran api di garasi. Dia baru tahu setelah ibunya, Sunintin, 52, berteriak bahwa garasi terbakar,” lanjutnya.
Saat itu juga, istri korban berlari ke garasi dan menyelamatkan kedua anaknya. Tak lama kemudian, listrik di rumah korban padam dan api langsung membesar.
Khus kemudian menelepon suaminya untuk segera pulang. Dia juga meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.
Namun, upaya itu tidak berhasil. Api malah terus membesar, membakar seluruh isi garasi.
Termasuk mobil Toyota Avanza yang diparkir di sana. Bahkan, api merembet dan membakar ruangan lain di rumah itu.
Warga lantas menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten dan Kota Pasuruan. Dan sekitar pukul 22.30, api berhasil dipadamkan.
Lalu pukul 23.00, api seluruhnya berhasil dipadamkan. Luas yang terbakar kurang lebih 25 meter persegi, tumah dan seisinya ludes terbakar.
“Ada puluhan warga yang membantu memadamkan api bersama petugas pemadam kebakaran,” Lanjut Mas Jun, panggilannya.
Setelah kebakaran itu, pihaknya mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan TKP. Namun, kasus ini tidak dilanjutkan.
Menurutnya, korban dan keluarga membuat surat pernyataan di atas materai yang berisi bahwa kejadian kebakaran ini merupakan musibah. Selain itu, tidak ada korban maupun korban jiwa dalam insiden ini.
“Tidak ada korban jiwa. Semua selamat. Namun, korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta,” tuturnya.
Komandan Regu Jaya Tim A Damkar Kabupaten Pasuruan Muhammad Doni Saputro menjelaskan, pihaknya menerima laporan pukul 21.30. Setelah itu, petugas berangkat ke lokasi kejadian.
Menurutnya, diduga pemicu kebakaran berasal dari korek kayu yang dimainkan anak-anak korban. Korek kayu itu diamankan di garasi mobil yang ruangannya jadi satu dengan tempat servis elektronik.
“Jadi titik awal api itu dari garasi mobil. Kemudian menyambar barang-barang yang mudah terbakar, sehingga membuat api membesar,” katanya.
Menurut Doni, upaya pemadaman sempat mengalami kesulitan. Sebab, gapura menuju lokasi kebakaran posisinya terlalu pendek. Sehingga, menghambat mobil Damkar masuk ke lokasi kebakaran.
Akhirnya, upaya pemadaman kebakaran dibantu oleh petugas Damkar Kota Pasuruan yang menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil. Kendaraan inilah yang kemudian masuk ke lokasi kebakaran untuk memadamkan pi.
Api pun berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran menghanguskan sebagian besar isi rumah dan kendaraan.
“Kurang lebih dua jam, api baru bisa dipadamkan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin. Katanya, api membesar setelah membakar barang yang mudah terbakar di garasi pemilik rumah.
Di tambah api terbakar di dekat mobil dan barang elekteonik sound system. Sehingga, membuat api cepat membesar.
“Dugaannya anak kecil main korek api, yakni anak pemilik rumah. Kemudian api mengenai barang yang mudah terbakar dan membakar seisi rumah,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi