KRATON, Radar Bromo-Jalan berlubang di Pasuruan memakan korban. Seorang warga yang dibonceng motor tewas terlindas truk usai kejeglong jalan berlubang di jalan raya pantura Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Kecelakaan maut itu terjadi Minggu (9/2) malam. Sementara korban nahas itu bernama Sunariyah, 54 asal Desa Sungi Kulon, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 18.00. Malam itu, korban tak sendirian. Ia dibonceng suaminya, Moh Muhtar 51 mengendarai motor bernopol N 2208 TA.
Warga sekitar Raffi 35 menjelaskan, motor korban melaju dari arah timur menuju ke barat.
Setibanya di lokasi kejadian, suami korban yang mengendarai motor mencoba mendahului kendaraan lain di depannya. Saat mendahului itu, mereka melintasi jalan berlubang.
“Di jalan Tembokrejo banyak jalan berlubang mas. Saat ramai-ramai banyak yang mengatakan, korban melintasi jalan berlubang,” kata Raffi.
Akibatnya fatal. Korban yang berupaya menghindari jalan berlubang, hilang keseimbangan. Korban terjatuh.
Ironisnya, korban yang dibonceng jatuh tepat lurus dengan ban belakang truk tangki gandeng nopol L 8346 UC. Truk itu dikendarai Hari Wicaksono 52 warga Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Korban Sunariyah pun terlindas bagian ban belakang truk gandeng. “Tiba disana sudah tergeletak meninggal di tengah jalan. Suaminya masih sehat, luka ringan,” imbuhnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Prasetyo mengatakan, motor korban dari arah timur.
Korban bersama suaminya melintasi di jalan Tembokrejo. Sesampainya di lokasi kejadian hendak mendahului kendaraan. Truk gandeng dari timur ke barat.
Di waktu bersamaan korban terjatuh, dan lokasi terjatuh lurus dengan ban belakang truk. “Ketabrak bagian belakang ban truk,” katanya.
Korban Sunariyah alami luka robek tidak beraturan pada perut, memar pada kaki, lecet pada punggung. “Jenazah dibawa ke RSUD Soedarsono Kota Pasuruan,” tambahnya.
Sementara motor korban hanya kerusakan pada spion kiri, patah. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi