Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Anak Muda Lebih Suka Mencari Zona Aman, Penduduk Bekerja di Kota Pasuruan Didominasi Pegawai-Karyawan

Fahrizal Firmani • Senin, 10 Februari 2025 | 14:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Penduduk bekerja di Kota Pasuruan, masih didominasi oleh buruh dan karyawan atau pegawai. Meski belum signifikan, namun jumlah penduduk bekerja yang memilih menjadi wirausahawan semakin banyak. Naik 2,41 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan Imam Sudarmaji mengatakan, seperti tahun 2023, pada 2024, karyawan, pegawai, dan buruh menjadi pekerjaan paling diminati. Mencapai 51,88 persen dari jumlah penduduk bekerja di Kota Pasuruan.

Jumlah penduduk bekerja di Kota Pasuruan mencapai sekitar 115.000 orang. Artinya, sekitar 59.662 orang memilih bekerja sebagai karyawan atau pegawai.

 

 

Dibandingkan 2023, persentase warga yang menggeluti pekerjaan ini naik 0,77 persen. Namun, secara jumlah menurun. Pada 2023, ada sebanyak 51,77 persen atau sekitar 60 ribu orang.

Kondisi ini dikarenakan ada penurunan jumlah penduduk bekerja. Pada 2023, penduduk bekerja mencapai 117.000 orang. Sementara, terbanyak kedua adalah wirausaha. Ada 25,29 persen atau sekitar 29.000 orang.

Jika dibandingkan pada 2024, wirausaha menjadi sektor pekerjaan yang peningkatannya paling tinggi. Naik 2,41 persen dari tahun 2023. Pada 2023, wirausaha hanya 22,88 persen atau sekitar 26 ribu orang.

“Sektor buruh atau karyawan atau pegawai adalah pekerjaan paling diminati. Diikuti oleh wirausaha. Paling sedikit freelance atau pekerja bebas sekitar 3,2 persen," jelas Imam.

 

 

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika (Diskominfotik) Kota Pasuruan Imam Subekti menyebutkan, kondisi ini mencerminkan anak muda lebih suka mencari zona aman. Mereka cenderung kurang berani mengambil risiko.

Menurutnya, berwirausaha memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan bekerja sebagai pegawai. Sebab, wirausaha masih dihadapkan pada kemungkinan mengalami kerugian. Sementara, menjadi pegawai minim risiko. Mereka bisa menerima bayaran yang pasti setiap bulannya dari tempat mereka bekerja.

“Saatnya anak muda itu membuka lapangan kerja dengan menjadi pengusaha, sehingga bisa mengurangi pengangguran,” ujar Imam. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#pegawai #bps #karyawan #pekerja