WONOREJO, Radar Bromo– Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, membuat sejumlah pohon tumbang. Kamis (30/1), tiga orang tertimpa pohon tumbang di Kabupaten Pasuruan. Satu di antaranya meninggal dunia.
Korban meninggal dunia adalah Rifqi Alya Dafa, 29, warga Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Korban tertimpa pohon perindangan berukuran besar yang roboh di tengah jalan raya Kejayan-Purwosari, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo. Tepatnya di depan PT Satoria Agro Industri.
Sebelum peristiwa tragis itu, korban melaju dari arah Pasuruan dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo.
Tak sendirian, ia membonceng M. Rizal Hafid Maulana, 22, asal Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Tanpa diduga, sebuah pohon tua di tepi jalan tiba-tiba roboh. Kemudian menimpa motor yang dikendarainya. Akibatnya, korban luka parah. Dia bahkan meninggal di lokasi kejadian.
“Pohon yang tumbang itu sudah tua dan memang rawan roboh, apalagi saat cuaca ekstrem seperti ini,” ujar Kapolsek Wonorejo AKP Agus Purnomo.
Kejadian ini sontak membuat arus lalu lintas di jalur Pasuruan menuju Malang itu tersendat.
Batang pohon yang tumbang melintang di tengah jalan, menghalangi kendaraan yang hendak melintas.
Sementara itu, jenazah korban dibawa ke ruang pemulasaraan RSUD dr. R. Soedarsono, Kota Pasuruan.
Sedangkan rekannya, Rizal Hafid hanya mengalami luka dan langsung ditolong warga sekitar.
Tak berselang lama, tim gabungan dari Muspika Wonorejo dan BPBD datang ke lokasi dan membersihkan pohon dari jalan.
Mereka menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang pohon menjadi beberapa bagian. Baru kemudian dipindahkan.
“Kami berupaya secepatnya mengevakuasi pohon tumbang agar arus lalu lintas kembali normal,” kata Sugeng Hariyadi, kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan.
Ia mengatakan, pohon tumbang menjadi salah satu potensi bencana selama musim hidrometeorologi melanda. Ia memperkirakan ancaman bencana hidrometeorologi terjadi hingga Februari mendatang.
Selain pohon tumbang, pihaknya juga meminta masyarakat mewaspadai reklame-reklame berukuran besar yang terpasang di tengah jalan.
“Selama musim hidrometeorologi, hindari meneduh dibawah pohon atau berada di bawah reklame,” katanya. (tom)
Editor : Muhammad Fahmi