PASURUAN, Radar Bromo-Banjir masih melada sejumlah wilayah di kabupaten Pasuruan hingga Kamis (30/1). Usai rendam sejumlah wilayah di Kecamatan Winongan dan Grati, kali ini Kecamatan Rejoso terendam banjir.
Banjir di Rejoso ini kiriman dari arah selatan. Mengingat, kecamatan Rejoso memiliki dataran yang lebih rendah.
Ribuan kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Total warga yang terdampak sebanyak 4.600 kepala keluarga (KK). Yang terparah di Rejoso Lor.
Banjir melumpuhkan aktivitas warga. Roda ekonomi tak menggeliat. Sejumlah sekolah diliburkan.
Bahkan, salah satu hajatan kawinan warga pun terpaksa harus dibatalkan karena rumah pemilik punya gawe masih terendam banjir.
Kondisi itu terjadi di Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor. Seorang warga harus membatalkan hajatan resepsi pernikahan.
Resepsi yang semestinya dilangsungkan Jumat (31/1), ditunda hingga banjir surut.
Padahal, dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, tenda untuk menggelar resepsi pernikahan itu sudah dipasang.
Warga RT 03 RW 03 Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor, Maman menuturkan, genangan air masuk ke pemukiman sedikit demi sedikit mulai Rabu siang (29/1). Dan mencapai puncaknya, malam. Banjir ini dampak banjir yang terjadi di selatan rejoso, kecamatan Grato dan Winongan, rabu (29/1).
Saat banjir di Grati dan Winongan, surut, maka giliran Rejoso yang terimbas.
Sebab, Rejoso memiliki dataran yang lebih rendah. Banjir ini akan sulit surut jika tidak dibantu pompa air. Sebab surutnya harus menunggu debit air di sungai rejoso turun dahulu. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi