BANGIL, Radar Bromo – Luapan air dari dua daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Pasuruan, kembali menggenangi sejumlah wilayah Kamis (23/1). Ribuan kepala keluarga (KK) terdampak. Tidak sedikit juga sekolah yang terpaksa diliburkan.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah TK dan MI di Desa Masangan, Kecamatan Bangil.
Aktivitas belajar mengajar di dua lembaga pendidikan ini akhirnya diliburkan. Sebab, seluruh area sekolah terendam.
Air sebenarnya surut sekitar pukul 08.00. Hanya saja, kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan lancar.
Muslimin, pemuda setempat berharap Pemdes Masangan tidak hanya fokus meninggikan jalan. Namun, juga memperhatikan ketinggian gedung sekolah.
"Bangunan ditinggikan. Dengan begitu, sekolah tidak terendam lagi saat terjadi banjir," ujar pria yang juga Ketua Barikade Gus Dur Pasuruan itu.
Sebab, setelah akses jalan ditinggikan, hanya dua gedung sekolah itu yang elevasinya masih rendah. Dan itu memicu menggenangnya air hanya di dua gedung sekolah tersebut.
Bahkan, banjir membutuhkan waktu lama untuk surut. Sebab, saluran drainase di sekitar.
"Kami berharap ada kepedulian pemerintah desa menggunakan DD. Kalau memang tidak bisa, kami dengan beberapa warga akan menginisiasi renovasi secara swadaya. Sebab, setiap musim hujan anak-anak terganggu," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mencatat, sedikitnya 2.031 KK terdampak banjir kali ini.
Bencana tersebut diakibatkan meluapnya DAS Wrati dan Rejoso karena hujan deras sejak Rabu (22/1) malam.
Di Kecamatan Beji, banjir melanda Desa Kedungringin dan Kedungboto dengan ketinggian 60-70 sentimeter. Total ada 1.042 KK terdampak.
"Tim Reaksi Cepat sudah bergerak untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana (distribusi logistik)," kata Sugeng.
Luapan DAS Wrati tak hanya mengakibatkan banjir di Beji. Sebanyak 200 KK yang tersebar di tiga dusun di Desa Gempol, Kecamatan Gempol, juga kebanjiran.
Sementara luapan DAS Rejoso membuat lima desa di Kecamatan Rejoso juga banjir. Meliputi Desa Toyaning, Patuguran, Kedung Bako, Rejoso Lor, Jarangan.
"Kami mendata ada 789 KK terdampak akibat banjir yang disebabkan hujan di wilayah hulu, sehingga menimbulkan luapan air di DAS Rejoso," kata Sugeng.
Camat Beji Abdurrohim Efendi mengatakan, dari dua desa yang terdampak banjir, ada beberapa dusun yang terparah.
Antara lain Dusun Kedungringin Tengah, Kedungringin Utara, dan Balongrejo. Di tiga dusun ini, ketinggian airnya rata-rata 50 hingga 70 sentimeter. Begitu juga di Dusun/Desa Kedungboto.
"Kalau sekolah memang sangat tergantung pada kondisi ketinggian air. Kalau memang genangannya merata hingga menutupi akses jalan, biasanya langsung diliburkan," katanya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi