BEJI, Radar Bromo - Genangan air masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan.
Hingga Jumat (17/1), tiga desa masih terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa Desa Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji, serta Desa Gempol di Kecamatan Gempol masih menjadi kawasan yang paling parah terdampak.
Ketinggian air di beberapa titik, mencapai 90 sentimeter.
Di Desa Kedungringin saja, masih ada 8 dusun yang terendam banjir. Yang paling paling parah, di Dusun Kedungringin Tengah dan Balongrejo.
Masing-masing ketinggian air mencapai 60 cm dan 90 cm. Kondisi geografis yang rendah, membuat air sulit surut di beberapa desa tersebut.
"Karena memang, Desa Kedungringin dan Kedungboto ini berada di letak yang paling rendah. Sehingga butuh waktu lebih lama untuk surut," tambah Sugeng.
Untuk meringankan beban warga yang terdampak, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik.
Pihaknya juga terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Camat Beji Abdurrohim Efendi menguraikan, genangan air yang surut perlahan, juga membuat aktivitas warga kembali normal.
Dengan begitu, pasokan makanan dari dapur umum juga dihentikan. Seperti di Desa Cangkringmalang yang sudah tidak lagi beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.
"Saat ini tinggal di Kedungringin saja yang masih dimanfaatkan untuk suplai makanan," bebernya. (tom/one)
Editor : Fahreza Nuraga