PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan sepertinya tak berani menaikkan target retribusi dari fasilitas olahraga tahun ini.
Pasalnya, realisasi retribusi sepanjang tahun 2024 lalu, tidak mencapai target. Hanya terealisasi 99,08 persen.
Semula Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menargetkan pendapatan sebesar Rp 462 juta dalam APBD 2024.
Namun, dalam APBD Peruahan 2024, target retribusi fasilitas olahraga tersebut, dinaikkan. Menjadi Rp 712 juta. Karena ada pendapatan baru dari parkir khusus di stadion.
Kepala Disparpora Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari mengungkapkan, retribusi dari fasilitas olahraga, ditarget tetap Rp 712 juta.
Jumlah tersebut, sama dengan target tahun 2024. Karena realisasinya, tak mencapai target. Hanya mampu terpenuhi Rp 705 juta.
Mita-sapaannya menyebut, pihaknya akan mengevaluasi capaian di pertengahan tahun.
Jika trennya positif, maka pendapatan bisa jadi dinaikkan. Namun jika kurang, maka bisa saja targetnya diturunkan.
"Kalau memang perlu dievaluasi, nanti kami evaluasi di pertengahan tahun melalui perubahan APBD (P-APBD). Sementara kami targetkan tetap," kata Mita.
Ia menjelaskan, retribusi fasilitas olahraga ini berasal dari penyewaan fasilitas olahraga yang dikelola Pemkot.
Diantaranya, GOR Unsur, Stadion Unsur hingga pemakaian lapangan sepak bola di Kelurahan Petahunan dan Krapyakrejo.
Baca Juga: Dorong Kota Pasuruan Jadi Tuan Rumah Porprov untuk Pertama Kalinya
Untuk tahun ini, GOR Unsur ditarget bisa mendapatkan pendapatan Rp 211 juta.
Adapula dari Stadion Unsur, sebesar Rp 54 juta serta dari pemakaian lapangan sepak bola sebesar Rp 38,5 juta. Sisanya berasal dari parkir khusus.
"Tahun lalu kurang maksimal, karena implementasi parkir khusus ini baru di pertengahan tahun. Karena ini dimulai dari awal tahun, insyaallah tercapai," sebut Mita. (riz/one)
Editor : Fahreza Nuraga