Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengangguran di Kota Pasuruan Diklaim Menyusut

Fahrizal Firmani • Minggu, 5 Januari 2025 | 16:20 WIB
PELATIHAN KERJA: Kegiatan pelatihan kerja yang diberikan Pemkot Pasuruan. Hal ini ditujukan untuk menekan pengangguran.
PELATIHAN KERJA: Kegiatan pelatihan kerja yang diberikan Pemkot Pasuruan. Hal ini ditujukan untuk menekan pengangguran.

PASURUAN, Radar Bromo-Angka pengangguran di Kota Pasuruan menurun. Ada penyusutan sebanyak 1.400 orang dibandingkan tahun lalu. Saat ini, penduduk usia kerja yang menganggur sebanyak 5.620 orang.

Penuruan penduduk usia kerja yang menganggur ini, berbanding lurus dengan tingkat pengangguran.

Ada penurunan sebesar 1,01 persen dari tahun 2023. Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,63 persen.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji menyebut TPT di Kota Pasuruan turun dari 5,64 persen pada 2023 menjadi 4,63 persen pada 2024.

Ini berbanding lurus dengan jumlah usia kerja yang mengganggur yang menurun, dari 7.020 orang pada 2023 menjadi 5.620 orang tahun ini.

Penyusutan ini seiring dengan penurunan angkatan kerja dan penduduk yang bekerja. Pada 2023, angkatan kerja mencapai 124.280 orang.

Sementara yang bekerja sebanyak 117.260 orang. Namun tahun ini, angkatan kerja hanya 121.460 orang. Dan yang bekerja sebanyak 115.840.

"TPT dan pengangguran turun. TPT turun 1,01 persen. Sedangkan jumlah pengangguran, menyusut menjadi 5.620 orang," kata Imam.

Pengangguran ini adalah mereka yang tidak bekerja tapi sedang mencari pekerjaan. Atau bisa juga sedang mempersiapkan usaha baru atau sudah punya pekerjaan atau usaha tapi belum mulai.

Bisa juga mereka yang putus asa, sehingga tidak mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha.

"Capaian ini sudah bagus. Sebelumnya, pengangguran naik dari 6.620 orang menjadi 7.020 orang. Namun tahun ini bisa turun," jelas Imam.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Pasuruan, Mahbub Effendi mengaku, untuk mengatasi pengangguran tidaklah mudah.

Perlu kerja sama lintas sektor. Mulai dari Disperindag, hingga Dinkop UMKM. Bukan hanya Disnaker.

Pihaknya rutin memberikan sejumlah pelatihan pada usia angkatan kerja yang belum bekerja.

Diantaranya, pelatihan bengkel, rias dan salon kecantikan. Selain itu, ada program magang bagi mereka yang hendak bekerja.

"Kami terus berupaya agar penggangguran bisa diatasi. Cuma tidak mudah karena selalu ada angkatan kerja baru," beber Mahbub. (riz/one)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pengangguran #pelatihan kerja #pemkot pasuruan #usia kerja