GADINGREJO, Radar Bromo- Hujan beberapa hari terakhir di Kota Pasuruan membuat sejumlah talut atau plengsengan Sungai Welang ambrol. Jumat (3/1), plengsengan Sungai Welang di sebelah timur jembatan Jalan Karang Asem, juga ambrol.
Plengsengan yang ada di Dusun Rujak Gadung, Kelurahan Karangketug, Gadingrejo itu ambrol sepanjang 15 meter. Karena kejadian itu, jalan di tempat itu ditutup.
Lurah Karangketug Rudi Kurniawan menyatakan, sejak Kamis (2/1) malam kondisi plengsengan retak. Dan Jumat (3/1) pagi pukul 09.00, plengsengan ambrol.
“Selama beberapa hari ini sungai kan banjir. Sehingga membuat plengsengan tergerus dan ambrol,” terangnya.
Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ary Wikiono menjelaskan hal serupa. Menurutnya, hujan deras serta banjir Sungai Welang mengakibatkan talud terkikis dan retak. Lalu, talud sungai welang longsor pada Jumat.
“Jam 06.00 sebelumnya sudah ada tanda-tanda longsor. Lalu jam Sembilan pagi longsor,” ujarnya.
Selain itu menurut Ary, usia plengsengan sudah tua. Plengsengan akhirnya ambrol setelah tergerus banjir terus menerus.
Pihaknya lantas menutup jalan di jembatan jalan Karang Asem setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Sebab, kondisi jalan membahayakan.
“Jalan ditutup, tidak boleh melintas dulu sementara karena kondisinya membahayakan,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi