GRATI, Radar Bromo-Aksi kejahatan jalanan dengan modus merampas motor secara paksa, bikin warga Grati, was-was.
Betapa tidak, tak sampai 24 jam, dua kali aksi begal terjadi. Dua wanita menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Kamis (2/1) dan Jumat (3/1). Loksinya juga sama yakni di flyover tol, Dusun Adigoro, Desa Kedawung Kulon, Grati.
Korban begal pertama adalah Putri Mardiana, 25, warga Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Grati. Perempuan yang seharinya tukang sayur alias welijo, dibegal dua orang bersenjata tajam, Kamis (2/12). Insiden itu menimpa korban sekitar pukul 18.00.
Informasinya, malam itu itu korban mengendarai motor Honda Beat putih, sedang membawa barang jualannya, yakni sayuran terbungkus plastik. Saat hujan deras, korban melintas di flyover seorang diri dari utara ke selatan.
Hampir tiba di tikungan flyover, korban sempat disapa pelaku. “Banjir ya Mbak,” kata korban menirukan pelaku.
Saat itu, dia pelaku mendahului laju korban. Dua pelaku itu juga mengendarai motor Honda Beat warna merah. Dalam kondisi sepi itu korban tidak menghiraukannya dan tetap melajukan motornya.
Tiba di tikungan sebelah utara flyover, korban dikagetkan oleh dua orang yang sempat menyapanya. Merekalah pelaku begal.
Nyali korban langsung ciut saat pelaku memperlihatkan sajam, tepat di tikungan flyover sebelah selatan.
Korban melihat itu kaget dan merobohkan motornya lalu lari ke timur menuju ke pemukiman warga sembari membawa barang sayuran yang dibawanya. Korban langsung menuju rumah ketua RW 3.
Korban yang mengenakan mantel dan helm menyatakan untuk menumpang berteduh dari hujan, sambil mengamankan barang dagangannya.
Warga yang curiga lantas menanyakan karena memakai mantel dan helm, namun tak membawa motor. Korban lantas menjawab, dirinya habis dibegal di flyover tol oleh dua orabg.
“Jadi korban ini tidak merasa kehilangan usai dibegal,” kata Fajar Affandi, 30, warga sekitar.
Warga langsung mengecek lokasi terjadi begal. Motornya pun sudah tidak ada. Pelaku diduga lari ke arah selatan. “Ini berdasarkan CCTV lari ke arah selatan,” ujarnya.
Setelah insiden tersebut, korban sudah ke polisi. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, korban memang sudah ke polsek, namum belum melapor.
Pada Jumat (3/1) pagi, korban datang ke Polsek untuk melapor, namun belum selesai. Alasannya, korban buru-buru pergi karena ada acara penting yang mendadak.
“Sempat melapor ke polsek, dan berjanji akan kembali lagi. Ditunggu belum balik sampai sore,” ujarnya.
Aksi begal di flyover tol, Dusun Adigoro, Desa Kedawung Kulon, Grati, kembali terjadi, keesokan harinya yakni Jumat (3/1) pagi.
Korbannya, adalah Kartini, 32, warga sekitar, tepatnya RT 3/RW 6. Dia juga dicegat dua pelaku yang mengancam menggunakan sajam.
Aksi kejahatan yang dialami Kartini terjadi sekitar pukul 10.59. Pagi itu korban hendak mengantarkan kue pesanannya ke wilayah Ngopak.
Berangkatlah korban mengendarai motor Honda Beat warna hitam kombinasi hijau. Korban mengendarai motor sendirian.
Saat melintas di flyover tol, korban menuju ke arah ke barat. “Tiba di belokan mengarah utara, saya dihadang,” ujar korban sembari menangis saat ditemui di rumahnya.
Kata Kartini, satu pelaku menghadang menghadangnya. Sementara pelaku lainnya menunggu di motornya yang berjenis Yamaha Jupiter MX. Pelaku langsung teriak turun sembari mengancam menggunakan sajam jenis celurit.
Mendapat ancaman tentu saja membuat korban ketakutan. Namun korban sempat meminta jangan diambil motornya.
Tetapi pelaku justru mengarahkan celuritnya ke leher korban. Korban pun tak berdaya dan hanya bisa pasrah. Dua pelaku langsung kabur ke utara mengendarai motor hasil curiannya.
Korban yang sudah dibegal lantas meminta pertolongan ke warga sekitar. Korban menghampiri warga di jalan keluar masuk flyover tol tersebut. Warga pun dibikin heboh usai mendengar itu. Karena baru semalam terjadi aksi begal.
Dalam kondisi lemas itu pun korban pingsan. Korban dievakuasi ke rumah ketua RW 3.
Dua pelaku saat melarikan diri itu sempat terlihat warga. Namun warga tidak menyadari jika motor yang dikendarainya adalah motor korban yang sedang dibegal.
“Sempat lewat mas. Tapi kita tidak sadar jika itu pembegalan,” kata Fajar Affandi, 30, warga sekitar.
Katanya, korban ini masih kerabat dengan warga sekitar flyover. Usai mendengar salah seorang kerabatnya dibegal, langsung melakukan pengejaran. Namun tidak berhasil. “Korban tiba meminta tolong setelah pelaku sudah lari jauh mas,” katanya.
Ketika melintas di jalan pemukiman, ada warga yang sempat melihat pelaku yang menyelipkan celuritnya di sadel motor. Tetapi warga tak mengira jika mereka adalah pelaku begal.
Sampai berita ini ditulis, Kartini juga masih belum melapor ke kepolisian. Kondisinya masih syok dan trauma. Sementara Polsek Grati masih melakukan upaya penanganan sementara, yakni pengejaran. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid