PASURUAN, Radar Bromo - Proyek peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Wahid Hasyim, Kota Pasuruan, meninggalkan masalah.
Pengerjaan lantai pedestrian dan Penerangan Jalan Umum (PJU) dalam proyek ini, dinilai asal-asalan. Lantainya dengan mudah bisa dilepas.
Hal ini terungkap dalam sidak yang digelar Komisi III DPRD Kota Pasuruan kemarin (30/12).
Sidak dilakukan sekitar pukul 10.00 hingga pukul 12.00. Ada tiga proyek yang disidak.
Yakni Taman Tematik Makkah di Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Kyai Mansyur.
Proyek Jalan Kyai Mansyur dan Taman Tematik Makkah tidak ada masalah. Sementara di Jalan Wahid Hasyim, pihak legislatif menemukan sejumlah temuan.
Di Jalan Wahid Hasyim yang disidak adalah drainase, PJU hingga trotoar. Mulai dari sisi utara di persimpangan empat Kumala hingga sisi selatan di persimpangan empat Lapas IIB Pasuruan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Munif menyebut, sidak ini untuk memastikan kualitas pengerjaan baik.
Mengingat, proyek senilai Rp 10 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, rampung tepat waktu. Pada 15 Desember lalu.
Pihaknya menemukan kualitas yang kurang baik dalam sejumlah pengerjaan. Lantai trotoar yang terbuat dari batu andesit mudah dilepas.
Begitu pula marmer yang digunakan sebagai jalur disabilitas yang dicat dengan warna kuning. Seakan pelaksana mengerjakan agar cepat selesai.
Komisi III juga mengecek pengerjaan drainase dalam proyek ini. Hal ini untuk memastikan drainase dalam kondisi baik dan tidak buntu.
Mengingat, ruas jalan ini kerap tergenang, setiap kali hujan deras melanda Kota Pasuruan. Dari hasil sidak diketahui, drainase dalam kondisi maksimal.
"Tentu kami sangat menyayangkan untuk proyek Jalan Wahid Hasyim. Memang tidak telat, cuma kalau melihat pengerjaan, seperti yang penting cepat selesai," tutur Munif.
Politisi Golkar ini menuturkan, dalam sidak tersebut, Komisi III juga menemukan pengerjaan PJU yang kurang baik.
Tiang PJU hanya dipasang dengan baut. Ini cukup membahayakan bagi pengguna jalan, karena mudah terlepas.
Pihaknya meminta agar pelaksana bisa memperbaiki kualitas pengerjaan dalam proyek ini.
"Saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Kami harap pelaksana bisa mempebaiki menjadi lebih bagus," sebut Munif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko menyebut, pihaknya akan menyampaikan pada pelaksana agar diperbaiki.
Mengingat saat ini masih masa pemeliharaan selama hingga Juni. Sehingga jika ada kerusakan, maka menjadi tanggungan pelaksana.
"Kami sampaikan ke pelaksana. Nanti untuk PJU akan dilas biar lebih kuat dan tidak dirusak oleh tangan tangan jahil," terang Gustap. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin