Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus Kematian Remaja di Jalan Wahidin Terungkap, Polisi Pastikan Murni Karena Hal Ini

Fuad Alyzen • Selasa, 31 Desember 2024 | 05:12 WIB
BEBERKAN: Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa saat menunjukkan rekaman CCTV insiden yang menimpa korban. Polisi memastikan, kasus tersebut murni kecelakaan.
BEBERKAN: Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa saat menunjukkan rekaman CCTV insiden yang menimpa korban. Polisi memastikan, kasus tersebut murni kecelakaan.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Misteri tewasnya Ren, 16, asal Kecamatan Gondangwetan, akhirnya terungkap.

Polisi memastikan, kalau korban murni meninggal karena kecelakaan.

Bukan karena ada tindak pemukulan yang menimpanya. Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara menjelaskan, sudah memeriksa empat orang saksi. Serta mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Hasilnya, tidak ditemukan unsur pidana, berupa pemukulan terhadap korban yang membuatnya kehilangan nyawa.

“Insiden yang menimpa korban, murni kecelakaan. Kami sudah memeriksa enam CCTV yang dilintasi korban. Kami juga sudah menggal empat saksi. Dari situ, tidak ditemukan pemukulan oleh pengendara lain,” ujar Davis.

Ia menceritakan, insiden itu menimpa korban Selasa (24/12) lalu. Semula, Ruk, 15, menjemput korban dengan mengendarai motor Honda Beat warna biru kombinasi putih sekitar pukul 20.30.

Mereka hendak ke warung milik orang tua Elo di Kecamatan Gondangwetan. Lima menit kemudian keduanya tiba di warung tersebut.

Tak lama, Ren langsung berpamitan untuk memangkas rambutnya. Sekitar pukul 21.30 Ren sampai di lokasi potong rambut.

Sedangkan Elo dan Ruk ke rumah Elo di Dusun Terate, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan. Setibanya di rumah tersebut, keduanya langsung menyemir rambutnya.

Setelah selesai menyemir rambut, Ren mengajak Elo dan Ruk keluar berputar-putar ke Kota Pasuruan dengan tujuan mengeringkan rambut.

Mereka juga sekalian membeli rokok berbonceng tiga. Waktu itu, posisi Ren sebagai pengemudi.

Sementara, Ruk berada di tengah dengan kepala ditutup dengan kresek dan Elo di bagian belakang. “Mereka berboncengan tiga mengelilingi Kota Pasuruan,” sampainya.

Dari rumah Elo, mereka melintasi di wilayah Kelurahan Bugul Lor, Mandaran, Pelabuhan Kota Pasuruan.

Nah, saat berniat untuk pulang, sekitar pukul 23.47, mereka berpapasan dengan pengendara motor Honda Supra.

Pengendara Supra melaju lebih dulu ke arah selatan. Korban Ren mengejar dari belakang dengan kecepatan kurang lebih 60 kilometer per jam.

Tiba di depan Kantor DPRD Kota Pasuruan, korban Ren mendahului pengendara Supra dari sebelah kanan. Salip-salipan pun terjadi.

Hingga di depan stadion, pengendara Supra mendahului dari arah kiri. Saat didahului itu, korban Ren mengeluarkan suara monyet dengan nada keras.

“Juga dibuktikan dengan CCTV simpang 3 Jalan Slagah, Kelurahan Pekuncen, pada pukul 23.48,” ujarnya.

Tiba di depan WOM Finance Kota Pasuruan Jalan Dokter Wahidin Sudiro Husodo Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, korban Ren kembali mendahului pengendara Supra, dengan cara langsung memotong lajurnya.

Nah saat itulah, korban Ren tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Sehingga semakin ke kiri dan mendekati trotoar yang membuat Elo dan Ruk ketakutan.

Pada akhirnya, mereka melompat dari atas motor secara bergantian.

Sedangkan korban, masih mengendarai motornya dalam keadaan oleng. Akhirnya, motor tersebut menabrak beton di tepi jalan.

Akibatnya, Ren jatuh dan mengalami luka-luka. Hingga akhirnya, ia meninggal dunia.

“Karena murni kecelakaan, kasusnya dilimpahkan ke Satlantas Polres Pasuruan untuk pendalaman,” beber dia.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa menambahkan, korban saat itu mengendarai motor dengan berboncengan tiga dan tidak memakai helm.

Serta tanpa memperhatikan aturan lalu lintas maupun keselamatan diri dan pengguna jalan lain.

“Menunjukkan perilaku agresif, tidak peduli dengan pengemudi lain dengan cara memotong kendaraan lain. Sehingga terjadi oleng ke kiri dan yang posisi dibonceng dibelakang meloncat. Sampai pengendara hilang keseimbangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban menabrak besi pembatas gang atau jalan di tempat kejadian perkara.

Namun pihaknya akan tetap berusaha mencari pengendara yang di duga mengendarai motor supra atau sejenisnya.

“Dalam kesempatan ini kami menghimbau yang merasa mengendarai motor Supra atau sejenisnya, silahkan datang kepada kami dan memberikan keterangan kepada kami dan untuk melengkapi hasil penyelidikan kami,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yulian Putra Prasviawan menambahkan, setelah dilaksanakan gelar perkara, pihaknya akan melakukan penanganan sesuai dengan penanganan laka lantas. “Kami akan gelarkan klarifikasi kembali,” sampainya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #kecelakaan #remaja #kematian #pemukulan #jalan wahidin