Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bocah Tenggelam di Wiyung Surabaya Dimakamkan di Nguling Pasuruan, Orang Tua Korban Jadi TKI di Malaysia

Muhammad Fahmi • Sabtu, 28 Desember 2024 | 23:04 WIB
Jenazah bocah yang tenggelam di wiyung saat dievakuasi. Inset proses pemakaman di Nguling, Pasuruan.
Jenazah bocah yang tenggelam di wiyung saat dievakuasi. Inset proses pemakaman di Nguling, Pasuruan.

NGULING, Radar Bromo-Jenazah MR, bocah 3,5 tahun yang tenggelam di selokan wilayah Surabaya, dimakamkan di Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jumat malam (27/12).

Setelah empat hari pencarian intensif, jasad MR, bocah 3,5 tahun yang dilaporkan tenggelam pada 24 Desember 2024, akhirnya ditemukan pada Jumat (27/12) siang di bawah Jembatan SMPN 34, Kecamatan Wiyung.

Usai ditemukan, jenazah korban sempat dibawa ke RS. Selanjutnya, malam harinya dimakamkan di wilayah Sumurlicin, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, tempat tinggal orang tua kandungnya.

Camat Wiyung Budiono mengungkapkan, keluarga telah diberi tahu terkait insiden ini sejak awal.

Korban diketahui tinggal bersama seorang kerabat bernama Intan, yang merawatnya sejak kecil karena kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Berkat perawatan tersebut, kondisi korban sempat membaik hingga balita itu mampu berjalan.

Namun, musibah terjadi pada Selasa (24/12) pukul 15.30 WIB, ketika korban bermain di sekitar rumah, terjatuh ke selokan, dan terbawa arus.

”Allah berkehendak lain. Kami sangat berduka atas musibah ini,” ujar Budiono.

Budiono juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim gabungan dari Pemerintah Kota Surabaya, BPBD, Tim SAR, dan berbagai pihak, yang berhasil menemukan korban.

”Alhamdulillah, jenazah berhasil ditemukan berkat upaya maksimal dari seluruh tim,” kata Budiono.

Setelah ditemukan, keluarga korban memutuskan untuk memakamkan jenazah di Pasuruan, tempat tinggal orang tua kandungnya.

Orang tua korban, yang diketahui bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Pasuruan.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Gunakan Aqua Eye Cari Balita Hanyut di Surabaya

”Dari pertemuan kami dengan keluarga sebelumnya, mereka memang mengharapkan jenazah langsung dibawa ke Pasuruan setelah ditemukan,” jelas Budiono.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Budiono berharap kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti selokan atau sungai. (JawaPos.com)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #malaysia #surabaya #bocah tenggelam #nguling #selokan #hujan #wiyung #tki