Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPBD Kota Pasuruan Catat Sudah 30 Rumah Rusak Selama Awal Musim Hujan, Rata-Rata Karena Ini

Fuad Alyzen • Kamis, 19 Desember 2024 | 17:56 WIB

 

 

RUSAK: Bagian depan milik Fadholi, 45, warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo yang mengalami kerusakan setelah hujan deras yang disertai angin kencang terjadi, Minggu (15/12) lalu.
RUSAK: Bagian depan milik Fadholi, 45, warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo yang mengalami kerusakan setelah hujan deras yang disertai angin kencang terjadi, Minggu (15/12) lalu.

PASURUAN, Radar Bromo- Selama awal musim hujan, BPBD Kota Pasuruan mencatat sudah 30 rumah mengalami kerusakan.

Rata-rata rumah yang rusak itu terimbas hujan dan angin kencang. Faktor lainnya bangunan sudah rapuh dan kurang layak huni.

Angka 30 rumah rusak itu diungkapkan Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Ary Wikiono. Dia menyampaikan, pihaknya mendata sudah sebanyak 30 rumah yang alami ambrol karena hujan dan angin di Kota Pasuruan. Penyebab lainnya tembok dan kerangka bangunan rapuh.

“Sudah ada 30 rumah. Penyebabnya hampir sama karena rapuh,” ujarnya.

Angka tersebut juga berdasarkan data assesmen yang dilakukannya selama September sampai Desember 2024 ini.

Rumah yang kurang layak huni tersebut, menjadi rawan saat hujan turun. Apalagi dengan intensitas tinggi.

Air akan terserap ke kayu dalam kerangka bangunan. Jika sudah rapuh akan mudah patah dan akhirnya ambrol.

Kata Ary, penyebabnya tembok yang sudah tua. Menurutnya, bangunan yang sudah rapuh itu kasusnya sama.

Jika tembok tua kemudian menyerap air, lama-lama akan juga tidak kuat menahan. Dan pada akhirnya ambrol.

Ditambah hembusan angin kencang, akan menabah beban dan memudahkan bangunan ambrol.

Terakhir kali terjadi pada Selasa (17/12) rumah milik Zainul Arifin, 40, warga Kelurahan Mayangan, Kecematan Panggungrejo. Atap pada rumahnya ambrol. Kasusnya juga sama karena rapuh, ditambah hujan deras dan diterjang angin kencang.

Sebelumnya juga ada sebuah rumah kosong di Jalan Pucangan, Kelurahan/Kecamatan Purworejo, yang ambruk pada Senin (16/12). Rumah itu milik Subur, yang kebetulan memang tidak ditempati sejak lama.

Untungnya insiden rumah ambrol di Kota Pasuruan, tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Selama ini BPBS langsung melakukan assement dengan memberikan terpal untuk atap sementara. Jika diperlukan BPBD memberikan persediaan logistik dan lainnya. (zen/fun)

Editor : Muhammad Fahmi
#rumah ambruk #angin kencang #cuaca eksrem #bpbd kota pasuruan