REJOSO, Radar Bromo - Rumah tidak layak huni (RTLH) memang harus segera mendapat penanganan.
Jika tidak, insiden seperti di Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, bisa saja terjadi.
Seperti yang dialami M Syafiudin, 28, warga RT 02 RW 06 Dusun Regek, Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso.
Senin (17/12) malam, mendadak atap rumahnya ambruk.
Celakanya, saat ambruk, ada bagian bangunan yang mengenai Raka, anaknya yang masih berusia 2,5 tahun.
Beruntung, insiden itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Raka sang balita, hanya mengalami luka memar.
Informasinya, ambruknya rumah Syafiudin terjadi malam hari.
“Saat itu saya dan istri sedang berada di belakang, sementara anak ada di bagian tengah tiduran,” beber Syafiudin.
Tiba-tiba dia mendengar suara seperti benda rubuh. Secepatnya dia langsung menuju ke ruang tengah dan mencari Raka, anaknya.
Posisi Raka saat itu tertutup reruntuhan atap dari gedek dan genting.
Syafiudin panik karena bagian rumah yang rubuh cukup banyak.
Untungnya, Raka sang anak, hanya mengalami cedera ringan. “Lecet di bagian sini,” kata Syafiudin sembari menunjuk tangan.
Syafiudin bercerita bahwa rumahnya memang bangunan lama. Saat ambruk, kondisi di sekitar tidak sedang hujan ataupun angin.
Diapun berharap bisa mendapat bantuan pemerintah untuk perbaikan rumah. “Supaya rumah saya bisa layak hui lagi,” kata Syafiudin.
Taslima, Budhenya Raka menceritakan, saat itu ia belum tidur.u
Posisi rumahnya berhimpitan drngan rumah Syafiudin.
Dia mendengar suara keras dr luar. Semula ia mdngira ada kebakaran. Ia pun langsung keluar dan sudah mndapati banyak orang.( ube/fun)
Editor : Fandi Armanto