Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Remaja Terlibat Panganiayaan di Jalan Wahidin Kota Pasuruan, Dikira Geng Motor, Ternyata Persoalan Asmara

Fuad Alyzen • Senin, 2 Desember 2024 | 14:18 WIB

VIRAL: Aksi pengeroyokan di area parkir di took waralaba di Jalan Wahidin SH. Inset, Dua remaja yang terlibat pengeroyokan saat didatangi Satreskrim.
VIRAL: Aksi pengeroyokan di area parkir di took waralaba di Jalan Wahidin SH. Inset, Dua remaja yang terlibat pengeroyokan saat didatangi Satreskrim.
 

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Jagat sosial media di Kota Pasuruan gempar. Ini setelah sebuah aksi pengeroyokan, tersebar.

Aksi itu terjadi di sebuah toko waralaba di Jalan Wahidin SR. Bikin gempar karena warga mengira aksi itu dilakukan geng motor.

Dalam video tercapture, aksi itu terjadi Sabtu (30/11). Bermula sejumlah anak muda yang tengah naik motor dan masuk ke area parkir toko. Tiba-tiba ada beberapa anak muda, yang mengeroyok salah satu pemotor.

Video itu terekam dan tersebar. “Apakah geng motor ada di Kota Pasuruan?” begitu tulis di grup sosial media.

Atas viralnya video itu, Satreskrim Polres Pasuruan Kota bergerak cepat. Polisi lalu mendapatkan nama FED, 17, dan MF, 14 , yang terlibat dalam aksi di dalam video. Keduanya masih berstatus pelajar SMA dan SMP.

Secepatnya Satreskrim memanggil dua korban untuk pemeriksaan. Hasilnya, aksi pengeroyokan itu bukanlah geng motor. Melainkan persoalan akibat asmara.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan.

Hasilnya, insiden ini terjadi pukul 00.30 dini hari. Berdasarkan olah TKP, analisisa rekaman CCTV, serta penyelidikan lebih lanjut.

Saat itu, kepolisian sudah mengimbau agar pihak yang merasa dirugikan, melapor ke polisi. Di sisi lain, polisi tetap mencari keberadaan orang-orang yang terlibat di insiden pengeroyokan.

Singkatnya, FED dan MF ditemukan alamatnya. Keduanya lalu dipertemukan. Saat dimintai keterangan, korban FED mengakui kejadian tersebut dipicu masalah pribadi, tentang hubungan dengan seorang wanita. 

Korban juga tidak mengalami luka-luka, serta menegaskan bahwa masalah tersebut sudah dianggap selesai secara pribadi.

"Ini hanya masalah pribadi, sehingga kami tidak ingin memperpanjang masalah ini karena sudah selesai di antara kami,” kata Choirul sembari menirukan pengakuan korban.

Kasatreskrim menegaskan, insiden tersebut dipastikan konflik pribadi diantara sejumlah pelajar. Bukan aksi yang melibatkan kelompok gangster.

Selain memanggil pihak yang terlibat di video, polisi bakal kembali memanggil pelaku yang teridentifikasi dalam video tersebut. Polisi juga akan koordinasi dengan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

“Langkah ini kami ambil untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memberikan edukasi kepada para pelaku mengenai dampak perbuatannya,” katanya.

Pihaknya akan tetap berkomitmen untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya.

Pihaknya terus mengimbau semua pihak, terutama orang tua dan sekolah, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, baik di dalam maupun di luar sekolah.

“Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” katanya.

Hari ini (2/12) rencana melalui pihak sekolah untuk pemanggilan terduga pelaku pemukulannya,” ujarnya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid