Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diburu Waktu, Pembangunan Depo Arsip Kota Pasuruan Alami Keterlambatan

Fahrizal Firmani • Jumat, 15 November 2024 | 21:25 WIB
TERLAMBAT: Pembangunan gedung Depo Arsip di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, yang masih dalam pengerjaan. Proyek tersebut, saat ini tengah diburu waktu.
TERLAMBAT: Pembangunan gedung Depo Arsip di Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Purworejo, yang masih dalam pengerjaan. Proyek tersebut, saat ini tengah diburu waktu.

PASURUAN, Radar Bromo - Pembangunan lanjutan gedung Depo Arsip Kota Pasuruan, diburu waktu.

Saat ini, realisasinya baru sekitar 82,71 persen. Padahal, proyek yang digarap CV Mitra Utama asal Kabupaten Sumenep, itu harus rampung pada 4 Desember.

Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko melalu Kabid Cipta Karya Uung Maf'udi menyebut, saat ini pekerjaan sudah masuk minggu 18.

Ada keterlambatan 4,30 persen dari rencana kerja. Sebab, semestinya sudah tergarap 87,01 persen.

"Ada keterlambatan dari rencana kerja. Sekitar 4,30 persen. Namun, keterlambatannya masih batas wajar," kata Uung.

Ia menyebut, semua pekerjaan struktur sudah rampung. Hanya tinggal penyelesaian finishing berupa pemasangan daun pintu dan glass reinforced concrete (GRC).

Serta beberapa pemasangan item seperti lampu RMI dan kap lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Lanjutan gedung Depo Arsip yang digarap tahun ini, dialokasikan melalui anggaran APBD senilai Rp 3,01 miliar.

Pembayaran dilakukan sesuai progres di lapangan. Tidak menggunakan uang muka. Dan dilakukan dalam tiga tahap.

Setelah fisik rampung 35 persen, rekanan bisa mengajukan pencairan 30 persen.

Lalu, usai fisik rampung 50 persen, rekanan bisa mengajukan pencairan dikurangi pencairan tahap pertama.

Terakhir, rekanan bisa mengajukan pencairan usai rampung 100 persen.

"Tapi, kami optimistis bisa rampung. Masih ada waktu tiga pekan lagi untuk pelaksana menyelesaikannya," jelas Uung.

Diketahui, pengerjaan gedung Depo Arsip sudah dilakukan sejak 2019. Dan dua kali mengalami putus kontrak.

Pada saat itu, pembangunannya dialokasikan senilai Rp 8,7 miliar dan hanya rampung 47 persen.

Tahun lalu, dilanjutkan pengerjaan bangunan di sisi selatan dengan alokasi Rp 3,5 miliar. Ternyata juga tidak bisa rampung. realisasinya hanya 25 persen.

Seharusnya, tahun ini Pemkot Pasuruan bisa melanjutkan pengerjaan bangunan di sisi utara.

Karenanya, dalam lanjutan proyek tahun ini, anggaran yang hendak digunakan untuk bangunan di sisi utara dialihkan ke sisi selatan.

Sebab, pengerjaannya masih satu nama paket. Yakni, lanjutan pembangunan gedung depo. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pupr kota pasuruan #proyek #gedung #Depo Arsip