PRIGEN, Radar Bromo - Sempat molor, ekskavasi ketiga di Candi Kesiman mulai dilakukan.
Sejak Senin (11/11), kegiatan penyelamatan data arkeolog yang terkubur di dalam lahan TPU Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen itu, dilakukan.
Candi yang masih berupa struktur batu andesit tersebut, ditemukan pertama kalinya pada 30 Oktober 2022. Ekskavasi sudah dilakukan dua kali. Yakni pada 2022 dan 2023 lalu.
“Ini merupakan ekskavasi ketiga Candi Kesiman. Pelaksanaannya, dijadwalkan selama 10 hari, mulai 11-20 November. Pembiayaannya dari APBD Kabupaten Pasuruan,” jelas Karno, selaku Pengelola Cagar Budaya dan Permuseuman Dispendikbud Kabupaten Pasuruan.
Karno menjelaskan, sebanyak delapan orang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim diterjunkan. Termasuk arkeolog.
Sementara, ada enam orang dari warga sekitar, yang dilibatkan untuk tenaga gali.
“Ekskavasi ini akan menjadi yang terakhir. Setelah selesai, nanti diusulkan untuk dilakukan pengkajian dan pemugaran, di tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Albertus Widi selaku Ketua Tim Ekskavasi ketiga Candi Kesiman sekaligus arkeolog mengatakan, penggalian difokuskan pada sisi sebelah utara.
Hal ini dilakukan, untuk mencari komponen pendukung di sekitaran Candi Kesiman.
“Candi ini menghadap ke barat. Bagian struktur sudah terbuka sisi sebelah barat, timur dan selatan. Untuk sebelah utara belum. Makanya, sekarang ini dibuka atau ditampakkan melalui ekskavasi ini,” ungkapnya.
Ia menguraikan, Candi Kesiman diduga lebih mengarah pada peninggalan Kerajaan Singosari.
Hal ini, sama seperti Candi Jawi. Kondisi tersebut, didasari dari ragam hias yang ada. Serta material dan benda-benda yang ditemukan.
Mulai dari kinara-kinari, fragmen, batu klla, pecahan kuali susu dan temuan lainnya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin