PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan asal Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, terus didalami.
Namun, kini kepolisian masih menemukan kendala dalam kasus yang sampai membuat korban depresi ini.
Penyidik belum bisa memeriksa korban karena masih belum sepenuhnya bisa memberikan keterangan.
Kepolisian juga masih menunggu hasil visum et repertum kesembuhan korban. Karena itu, terduga pelakunya juga belum dimintai keterangan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, untuk menentukan bukti yang kuat, pihaknya memerlukan keterangan korban.
Sejauh ini hanya diperoleh dari pihak keluarga korban.
Dari keluarga korban memang benar, berdasarkan laporan, menyatakan korban sakit dan sampai depresi lantaran dirudapaksa oleh sejumlah temannya. Itu diakui korban saat ditanyakan oleh orang tuanya.
“Ditanya lokasi di mana, korban bilang di jeding. Setelah itu, bilang di suatu tempat lagi. Masih belum bisa dimintai keterangan. Kalau dari keluarga, bilang di Tretes,” jelasnya.
Jika terduga pelaku diamankan, kata Junaidi, tentu tidak akan mengakui perbuatannya.
Bila tidak ada bukti yang kuat, tidak akan bisa diinterogasi.
Karena itu, penyidik memerlukan keterangan korban setelah mendapat hasil visum soal kejiwaannya.
Diberitakan sebelumnya, pada Agustus 2024, seorang remaja, sebut sana Bunga, 15, sakit dan sampai depresi.
Ia sempat dirawat di RSUD dr. Soedarsono, Kota Pasuruan dan kemudian di rujuk ke RSJ Lawang Malang.
Setelah dibawa pulang, Bunga mengaku depresi lantara dicabuli seorang lelaki. Pelaku kenal korban melalui media sosial. Kini, kasusnya masih didalami kepolisian. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando