PASURUAN, Radar Bromo - Sosialisasi lomba inovasi Kota Pasuruan dengan tema Reka Karsa Cipta 2024, kembali diadakan.
Usai lembaga pendidikan SD-SMP Negeri, giliran SD-SMP dari lembaga swasta, yang mendapatkan pemahaman tentang kegiatan ini, Kamis (31/10). Puluhan lembaga ini sangat antusias mengikutinya.
Sosialisasi event hasil kerja sama antara Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dengan Jawa Pos Radar Bromo ini, diadakan di kantor Bappelitbangda Kota Pasuruan.
Mereka mendapatkan informasi tentang inovasi, dan tata cara menjadi peserta dan mendaftarkan inovasi.
Kabid Penelitian dan Pengembangan (Litbang) pada Bappelitbangda Kota Pasuruan, Taufik Maduretno mengapresiasi, antusiasme peserta.
Banyak peserta yang ternyata sudah menerapkan inovasi dalam pembelajaran di sekolah. Di antaranya inovasi ular tangga untuk pembelajaran bahasa Inggris.
"Ini menunjukkan inovasi sudah dilakukan oleh banyak lembaga. Namun selama ini hanya terbatas diketahui di lembaga sendiri," katanya.
Dengan adanya lomba tersebut, inovasi yang ada diharapkan bisa diketahui lembaga lain.
Sehingga lembaga lain bisa menduplikasi dengan disesuaikan oleh kekhasan lembaga tersebut. Pihaknya berharap semakin banyak lembaga yang ikut menjadi peserta.
"Saya sangat mengapresiasi antusiasme peserta. Semoga yang mengikuti kegiatan ini semakin banyak," tutur Taufik.
Kabiro Pasuruan, Nurlaily Arifiyah menyebut, ada beberapa peserta yang sudah mengumpulkan karya inovasi.
Diantaranya mycroba integrated system inovasi terpadu pengolahan limbah RPH dan inovasi teknologi biomerediasi mycroba integrated system untuk pengolahan air lindi TPA.
Karya peserta masih ditunggu hingga 15 November. Namun, diharapkan agar peserta tidak mengirim karya mereka mepet.
Untuk mengantisipasi terjadinya kendala saat pengiriman naskah. Sebab 16 November, sudah mulai masuk tahapan penilaian karya yang masuk.
"Kami tunggu karya karya terbaiknya. Walau asal luar kota, tetap boleh ikut jika memang inovasi dibuat di lembaga sekolah di kota," tutur Evi-sapaannya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin