Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Debat Calon Tunggal Pilwali Pasuruan Dua Kali Digelar di Surabaya, Aktivis Kotak Kosong Bilang Buang-buang Anggaran

Fahrizal Firmani • Jumat, 1 November 2024 | 16:05 WIB
TETAP DEBAT: Paslon Adi Wibowo dan M Nawawi yang menjadi calon tunggal Pilwali Pasuruan.
TETAP DEBAT: Paslon Adi Wibowo dan M Nawawi yang menjadi calon tunggal Pilwali Pasuruan.

PASURUAN, Radar Bromo - Debat Pasangan Calon (Paslon) dalam Pilwali Pasuruan, Adi Wibowo dan Mokhammad Nawawi tidak akan dilangsungkan di Kota Pasuruan.

Demi kelancaran debat, KPU memutuskan untuk melangsungkan debat di Kota Surabaya.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, dan partisipasi masyarakat (sosdiklih parmas), Visensia Niken mengungkapkan, debat akan dilakukan dua kali.

Untuk debat perdana yang berlangsung pada 2 November, akan mengambil tema strategi dan inovasi peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan Kota Pasuruan yang berkeadilan.

Seluruh debat akan dilakukan secara live di studio di salah satu televisi lokal Jawa Timur. Keputusan ini diambil karena KPU tidak ingin mengambil risiko ada kendala saat debat.

Seperti bencana alam atau kendala teknis mulai dari mik mati atau kabel untuk merekam trouble.

"Belajar dari kejadian di Kabupaten Pacitan. Debat tidak jadi dilangsungkan karena terjadi banjir," katanya.

Selain itu di Kota Pasuruan tidak ada televisi lokal. Sehingga sangat rawan jika acara dilakukan di luar studio televisi.

Tentunya tim pendukung tetap bisa hadir meski jumlahnya dibatasi. Maksimal 108 orang termasuk tamu undangan dari pihak terkait.

Katanya, ada enam panelis yang akan memberikan pertanyaan dalam debat. Dua diantaranya tokoh masyarakat setempat sementara empat lainnya berasal dari luar Kota Pasuruan.

Namun Niken keberatan saat diminta menyebutkan nama siapa saja panelis yang akan dilibatkan.

Karena hanya ada satu paslon, maka debat hanya berlangsung satu arah. Tidak ada pertanyaan saling lempar antar paslon yang mengikuti pilwali.

Tema dalam debat akan dibagi dalam enam sub topik yang berlangsung maksimal selama 90 menit. Dengan ada jeda untuk komersial selama 30 menit.

"Pilwali calon tunggal sehingga tidak ada sesi saling lempar pertanyaan antar paslon. Lebih pada pendalaman visi misi," tutur Niken.

Di sisi lain, pelaksanaan debat Pilwali Pasuruan, mendapat sorotan dari Gerakan Kotak Kosong. Ayik Suhaya selaku koordinator gerakan Kotak Kosong menilai, debat paslon tunggal semestinya tak perlu digelar. Sebab hanya ada paslon tunggal yang memaparkan visi-misinya.

“Istilahnya bukan debat kan. Tapi ajang curhat, karena hanya memaparkan argumen dari paslon tunggal,” beber Ayik Suhaya.

Terlebih acara debat digelar di luar Kota Pasuruan. Menurut Ayik, KPU sejatinya tak perlu menggelar sampai ke luar Pasuruan. Akan lebih elegan jika digelar di Kota Pasuruan dan mengundang banyak warga Kota Pasuruan.

“Toh paslon tunggal basis massanya disebut-sebut jelas. Tidak ada lawan selain Kotak Kosong. Mengapa sampai harus di luar Kota Pasuruan?” katanya sembari bertanya.

Dengan fenomena paslon tunggal ini, Ayik justru berpendapat, anggaran untuk debat bias dialihkan untuk program yang lain.

“Hanya buang-buang anggaran. Lebih baik anggarannya untuk sosialisasi tentang pilkada serentak. Atau bias untuk fakir miskin,” kritik Ayik. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#debat #pilwali pasuruan 2024 #Pilkada Serentak 2024