PASURUAN, Radar Bromo - BMKG kembali mencatat aktivitas gempa di wilayah Jawa Timur. Total, sebanyak 133 getaran terdeteksi selama sepekan terakhir.
Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan menyampaikan, pihaknya kembali mendeteksi getaran tanah selama sepekan terakhir di Jatim.
Totalnya mencapai 133 kejadian gempa bumi. Satu di antaranya, cukup terasa.
Rully menambahkan, secara infografis aktivitas kegempaan di wilayah Jatim dan sekitarnya, terhitung sejak 18 sampai 24 Oktober 2024.
Meski begitu, alat pendeteksi gempa di BMKG, tidak memperlihatkan kejadian gempa di Pasuruan.
Artinya, tidak ditemukan adanya aktivitas gempa, selama sepekan di Pasuruan. Karena yang paling banyak, terpantau di wilayah Malang, di perairan pantai selatan.
“Gempa yang diinformasikan BMKG, merupakan gempa kecil. Yang tidak menimbulkan kerusakan dan berdampak bahaya,” sampainya.
Gempa bumi kecil terjadi, karena pergeseran mendadak lempeng-lempeng tektonik yang memiliki kekuatan kecil. Pergerakan lempeng tektonik ini, disebabkan oleh beberapa faktor.
Di antaranya seperti panas dari dalam bumi, gaya gravitasi, gaya gesekan antar lempeng.
“Dan pergerakan lempeng tektonik, dapat terjadi secara perlahan atau cepat,” jelasnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin