PASURUAN, Radar Bromo - Kajian penambahan pasar di wilayah timur Kota Pasuruan, rampung.
Dari hasil kajian, pembangunan pasar baru dinilai layak. Ada tiga lokasi yang menjadi opsi dalam kajiannya.
Selama ini ada empat pasar daerah milik Pemkot. Yakni, Pasar Gadingrejo dan Karangketug di wilayah barat, Pasar Besar di wilayah utara dan Pasar Kebonagung di wilayah tengah. Sementara, di wilayah timur belum ada.
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan Siti Rohana menyebutkan, kajian penambahan pasar daerah sudah selesai. Hasilnya, memang diperlukan pasar baru.
Alasannya, di wilayah timur belum ada pasar. Selama ini mereka harus berbelanja cukup jauh ke Pasar Besar dan Pasar Kebonagung.
Dengan pasar baru ini, maka mereka tidak perlu jauh-jauh lagi untuk bisa membeli kebutuhan pokok sehari-hari.
"Kajian sudah disampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Mereka yang akan menindaklanjuti pemenuhannya," jelas Rohana.
Katanya, dalam kajian itu memunculkan tiga opsi lokasi untuk pasar baru ini. Ketiga lokasi ini berada di Jalan Mojopahit, Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul.
Dua di antaranya adalah lahan milik Pemkot. Satu lagi membeli lahan.
Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis, berdekatan dengan terminal baru. Warga di wilayah timur, seperti Blandongan, Kepel, Tapaan, hingga Bakalan bisa dengan mudah menuju lokasi setempat. Serta, kebetulan ada lahan bengkok yang bisa dimanfaatkan.
"Tiga lokasi yang bisa jadi opsi. Harapannya bisa mengembangkan perekonomian di wilayah timur Pasuruan," jelas Rohana.
Anggota DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi menuturkan, dewan mendukung rencana ini. Sebab, saat ini di wilayah timur khususnya Bugul Kidul, belum memiliki pasar daerah.
Sementara, tiga kecamatan lain yakni Panggungrejo, Gadingrejo, dan Purworejo, sudah ada.
Politisi PKB ini berharap, dengan adanya pasar baru di wilayah timur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jika memamg terlaksana, pihaknya berharap agar pasar ini dibuat tertata dan bagus.
“Kalau bisa dibuat dengan konsep modern. Ditata sesuai peruntukan. Bedak untuk makanan atau minuman menjadi satu lokasi, begitu pula lainnya,” jelasnya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando