Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Angin Kencang, Minta Warga Waspadai Gelombang Laut

Fuad Alyzen • Senin, 28 Oktober 2024 | 14:00 WIB
BERLAYAR: Sejumlah nelayan Pasuruan berangkat berlayar, beberapa waktu lalu.
BERLAYAR: Sejumlah nelayan Pasuruan berangkat berlayar, beberapa waktu lalu.

PASURUAN, Radar Bromo- Belakangan ini angin berembus kencang di lautan sekitar Jawa di bagian timur. Angin berembus sampai 25 kilometer per jam. Karena itu, masyarakat pesisir diimbau untuk waspadai gelombang laut karena rawan meninggi.

Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan mengatakan, belakangan ini angin bertiup kencang di sekitar perairan Jawa bagian timur. Seperti Bali, Sulawesi, Aceh.

Kecepatan angin tertinggi masih terpantau di Perairan Pulau Enggano, Samudra Hindia Barat, Bengkulu sampai Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Banten, dan Selat Makassar bagian selatan.

“Ini juga terjadi pada wilayah Jawa bagian timur,” katanya.

Karenanya, pihaknya meminta warga memperhatikan risiko terhadap keselamatan pelayaran.

Menurutnya, perahu nelayan harus waspada bila terjadi kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Sedangkan, kapal tongkang harus hati-hati bila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Sedangkan, kapal fiber bila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2 meter.

Kapal Ferry juga perlu waspada. Yakni, bila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Begitu juga dengan kapal besar, bila kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Ini hanya merupakan peringatan dini untuk mewaspadai kondisi cuaca terkini. Angin kencang di wilayah perairan diperkirakan terjadi sampai 5 September 2024,” ujarnya. (zen/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kota pasuruan #jawa #angin kencang #pesisir