Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sopir Travel yang Alami Kecelakaan Maut di Tol Paspro Grati Hampir Tiap Hari PP Sumenep-Situbondo

Fuad Alyzen • Selasa, 22 Oktober 2024 | 04:34 WIB
Ditlantas Polda Jatim saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di tol Paspro, Grati, Kabupaten Pasuruan. Inset mobil travel korban yang alami ringsek. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
Ditlantas Polda Jatim saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di tol Paspro, Grati, Kabupaten Pasuruan. Inset mobil travel korban yang alami ringsek. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

GRATI, Radar Bromo-M. Adi Ifanoor, 24, sopir mobil Elf Nopol M 7419 UA yang alami kecelakaan maut di Tol Paspro, Grati, Kabupaten Pasuruan tiap harinya memang jadi sopir travel. Setiap hari, Ifan–panggilannya–mengambil rute Madura–Situbondo menggunakan mobil milik pribadinya.

Namun, tidak seperti mobil angkutan yang ngetem di terminal. Ifan menggunakan cara antar-jemput untuk penumpangnya.

Biasanya penumpang minta dijemput di lokasi tertentu, lalu Ifan mengantarnya ke tujuan.

Sebelum kecelakaan maut terjadi, Ifan berangkat ke Situbondo, Minggu (20/10) dini hari dari Sumenep.

Eliana, istrinya yang asli Situbondo juga ikut bersama dua anak kembar mereka. Yaitu, Nadia dan Lidia yang masih berusia 1 tahun.

“Biasanya Ifan bawa Elf satunya yang ukurannya lebih kecil. Dia kan punya dua. Karena penumpangnya banyak, dia bawa Elf yang lebih besar,” terang Taufiq Kholid, 39, keluarga Ifan dari Sumenep saat ditemui di RSUD Grati.

Minggu (20/10) malam, Ifan kembali ke Madura dengan membawa penumpang. Saat itu, Ifan menitipkan anaknya, Nadia di rumah istrinya di Situbondo.

Sebab, Nadia sedang sakit. Sementara kembarannya yaitu Lidia dan istrinya, Eliana, ikut kembali ke Sumenep.

Sekitar pukul 21.00, Elf pun berangkat menuju Madura bersama para penumpang yang memesan jasanya.

Antara lain Muslih, 60, bersama istrinya, Hanija dan anak mereka, yaitu Riska. Mereka warga Wonogiri, Jateng.

Lalu Darwiyono, 26, warga Situbondo; Aril Arifin, 18, warga Bangkalan; Satrami, 64, warga Situbondo; Ahmad Ubaidillah, 17, warga Situbondo. Kemudian, Samsul Arifin, 23, warga Sumenep dan Makruf.

Baca Juga: Daftar Korban Kecelakaan Maut Mobil Travel di Tol Paspro Grati, Diduga Mobil Tabrak Kendaraan di Depannya

“Lalu tiba-tiba kami dapat kabar bahwa Elf kecelakaan di Pasuruan saat dalam perjalanan ke Madura. Jadi kami langsung berangkat ke sini,” lanjut Taufiq.

Dalam kecelakaan itu, Ifan dan istrinya, Eliana, meninggal. Sementara anak mereka, Lidia, selamat di gendongan ibunya.

Selain keduanya, tiga korban meninggal yaitu pasutri Muslih, 60, dan Hanija; dan Darwiyono, 26.

“Lidia masih perawatan di rumah sakit (RSUD Grati, Red). Sementara kembarannya, Nadia sedang sakit,” tambah Taufiq saat ditemui di RSUD Grati.

Bakri, 48, keluarga dari korban meninggal Eliana, juga datang dari Situbondo ke RSUD Grati.

Dia datang bersama istrinya dengan menggendong Nadia, saudara kembar Lidia.

“Ifan sama Eliana, istrinya ini belum satu KK. Mereka punya anak kembar. Karena sakit, salah satu anaknya Nadia tidak dibawa ke Madura. Ditinggal di Situbondo,” terangnya.

Bakri mengaku cepat datang ke Pasuruan untuk mengurus kepulangan kedua jenazah. Yaitu, Ifan dan istrinya, Eliana. Dia berharap, jenazah keduanya bisa segera dibawa pulang dan dimakamkan.

Dengan meninggalnya Ifan dan Eliana, si kembar Lidia dan Nadia kini jadi yatim-piatu. “Kasihan. Mereka langsung jadi yatim-piatu. Kami nanti yang merawat dua anak ini,” sambung istri Bakri.

Tidak hanya Lidia dan Nadia. Dalam kecelakaan maut itu, Riska juga menjadi yatim piatu. Ayah dan ibunya juga meninggal dalam kecelakaan itu. Yaitu, Muslih dan Hanija.

Riska masih menunggu kedatangan keluarganya ke RSUD Grati. Sehingga belum diketahui, siapa yang akan merawatnya sepeninggal ayah dan ibunya.

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di KM 814 tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) masuk Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Sebuah minibus travel muat 14 orang alami kecelakaan. Lima orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 01.00 Senin dinihari (21/10).

Kecelakaan terjadi di ruas Probolinggo-Pasuruan. Mobil travel itu diketahui dari Situbondo menuju Madura.

Nah, saat sampai di lokasi mobil alami kecelakaan maut. Belum jelas diketahui mobil travel itu menabrak apa. Polisi saat ini masih lakukan penyelidikan. (zen/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#madura #pasuruan #Tol Paspro #situbondo #Grati #elf #kecelakaan maut #sumenep #mobil travel