PASURUAN, Radar Bromo-Ajang Suropati Race bakal digeber Minggu (20/10) besok. Panitia dari Jawa Pos Radar Bromo dan DPRD Kota Pasuruan juga telah menyiapkan segala sesuatunya. Even yang akan diikuti ratusan pebalap sepeda skala nasional ini bakal menantang.
Betapa tidak. Ratusan peserta dari tujuh kategori akan menempuh toal rute sepanjang 75 kilometer.
Rute itu terbagi dalam dua etape. Pertama, rute sepeda santai sejauh 52 kilometer.
Selama melintasi rute, peserta bisa menempuh dengan kecepatan 25 kilometer per jam. Rute yang dilewati diantaranya jalan Patiunus, Pattimura, Sunan Ampel hingga finish di rest area Pasrepan (lihat grafis).
Sementara rute kedua adalah rute balap sepanjang 22 kilometer. Peserta akan melalui sejumlah lokasi. Mulai dari Pohgedang dan Ampelsari, Kecamatan pasrepan. Hingga finsih di rest area Tutur. Saat melewati rute ini, peserta bisa mulai adu cepat untuk mencapai garis finsih yang pertama kali.
Adapun kategori Suropati Race 7 ini di antaranya: Man Master (50 tahun ke atas), Women 19 Up (18 tahun ke atas), Women 19 (maksimal 18 tahun), (Men Elite (usia 19 tahun keatas), Men MasterB (49-59 tahun), Men U19 (, dan Women Elite (19 th keatas).
Selama menempuh rute, jalur yang akan dilintasi bakal dijaga ketat aparat kepolisian. Petugas kepolisian, TNI, kesehatan, perhubungan siap mendukung total acara yang memperebutkan Piala Ketua DPRD Kota Pasuruan ini. Bahkan sudah dua kali rapat koordinasi digelar. Lintas instansi siap standby di lokasi.
Kabag Ops Polres Pasuruan Kota AKP Mochamad Su'ud yang memimpin rakor di Mapolrest Pasuruan meminta anggotanya sigap selama peserta menempuh rute. “Ini even rutin yang bergengsi karena diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Pastikan keamanan dari peserta dan pengguna jalan lainnya, tetap lancar,” pesan Kabag Ops kepada anggotanya.
Begitu juga Kabag Ops Polres Pasuruan Kompol Kamran. Dia sudah meminta polsek jajaran yang dilintasi rute Suropati Race agar siaga. Terutama di persimpangan jalan maupun titik keramaian seperti di pasar-pasar. Tak terkecuali jalur race etape kedua sepanjang Pasrepan dan Tutur.
Koordinator Suropati Race 2024, Untoro Ariyadi memastikan, walau even nasional, tidak ada penutupan jalan selama Suropati Race 7 berlangsung. Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa.
Namun masyarakat diharapkan berhati-hati. Karena jumlah peserta yang mengikuti perlombaan ini mencapai ratusan peserta, masyarakat masyarakat bisa menyesuaikan. Sehingga tidak ada pihak yang sampai dirugikan karena tertabrak atau mengalami kecelakaan karena kurang berhati hati.
"Karena tidak ada jalan yang ditutup, maka masyarakat bisa menyesuaikan dengan kegiatan ini. Sehingga bisa berjalan lancar," kata Untoro.
Ketua DPRD Kota Pasuruan, Muhammad Toyyib meyebut Suropati Race ini dipastikan akan menarik perhatian masyarakat setempat. Karena jumlah peserta yang terlibat banyak dan rute yang dilewati juga beragam. Ini bisa menjadi ajang promosi wisata gratis.
Tentu semua peserta akan membawa tim yang datang sehari sebelum lomba. Mereka bisa menikmati kuliner ala Pasuruan maupun spot-spot wisata lokal.
Sabtu (19/10) ini para peserta juga akan mengikuti technical meeting (TM) yang rencananya digelar di Kecamatan Purworejo pukul 13.00. Panitia berharap, para peserta bisa mengirimkan perwakilannya supaya tak ada persoalan selama race berlangsung.
Anri Bartali dari ISSI Jatim menambahkan, Suropati Race 7 memiliki jalur berbeda dengan seri-seri lainnya. Tantangannya juga lebih berat. Sehingga para peserta perlu mengetahui teknis sebelum turun.
Sementara itu, beberapa peserta Suropati Race juga sudah menyiapkan diri untuk mengikuti lomba. Salah satunya, Khofi Amin yang mendaftar di kategori Men Elite.
“Motivasi saya untuk mengikuti race suropati 7 ini yaituu ingin menimba ilmu ke atlet-atlet lain, sekaligus menambah pengalaman. Saat race dan bisa bertarung sama atlet-atlet yang sudah sering juara, tentu kami bisa menambah pengalaman,” katanya.
Begitu juga dengan Aditya Karta, peserta SR7 dari JB Cycling Blitar yang akan mengikuti Men Under 19.
“Bismillah sudah cukup jauh persiapannya dan semoga bisa memberikan yang terbaik untuk pelatih, kawan-kawan, terutama pada diri saya sendiri dan keluarga,” ucap Aditya.
Hal serupa juga diungkapkan, Nanda Eka, perwakilan dari komunitas ISSI Kab Tulungagung. Dia mengatakan, dirinya sudah berlatih selama dua bulan terakhir.
“Kami sangat antusias mengikuti event ini. Selain sebagai ajang untuk menunjukkan bakat, ini juga menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan seni dan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Nanda Eka dengan penuh semangat. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid