PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat harus lebih bersabar jika ingin melihat air mancur di Taman Kota, Kota Pasuruan, bisa kembali menyala normal.
Sebab, air mancur tersebut, belum bisa diperbaiki tahun ini. Paling cepat baru bisa dilakukan tahun depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan, Samsul Rizal menyebut, air mancur di Taman Kota, mati karena nyalanya lemah.
Jika dihidupkan, air mancur hanya bisa menyala 50 persen dari semestinya.
Karena itu perlu diperbaiki. Rencananya, perbaikan diajukan pada perubahan APBD 2024.
Sebab, DLHKP harus memperbaiki alat untuk air mancur ini. Namun, urung sebab tidak ada anggaran. Apalagi anggaran tahun ini ikut dikepras.
Di awal tahun, anggaran yang didapatkan oleh DLHKP sebesar Rp 45 miliar. Namun karena ada refocusing, sehingga anggaran tersisa Rp 37 miliar.
Dengan anggaran yang berkurang ini, tentunya tidak bisa digunakan untuk perbaikan air mancur.
"Anggaran yang ada, malah dikepras. Sehingga, tidak mungkin bisa untuk perbaikan tahun ini," imbuhnya.
Kemungkinan, perbaikan baru bisa dilakukan tahun depan. Pihaknya akan mengajukan usulan melalui APBD 2025.
Sehingga, bisa mendapatkan penanganan segera. Mengingat keberadaan air mancur ini penting.
Air mancur tersebut, menjadi daya tarik dari taman kota. Apalagi, taman ini sudah menjadi tempat wisata keluarga.
Setiap harinya, selalu ramai didatangi pengunjung untuk bersantai hingga komunitas dalam berkegiatan.
"Ya paling cepat tahun depan. Semoga usulan kami bisa disetujui sehingga bisa diperbaiki," tutur Rizal. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin