Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Puas Dikasih Rp 500, Pengemis di Makam Mbah Hamid Kota Pasuruan Ini Marah-Marah

Fuad Alyzen • Senin, 7 Oktober 2024 | 22:10 WIB
DIPULANGKAN: Kasmani, 70, warga Jember saat didatangi petugas Satpol PP Kota Pasuruan di Gang Pesarean Makam KH Hamid.
DIPULANGKAN: Kasmani, 70, warga Jember saat didatangi petugas Satpol PP Kota Pasuruan di Gang Pesarean Makam KH Hamid.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Seorang pengemis di Gang Pasarean Makam KH Hamid Kota Pasuruan, membuat resah peziarah.

Kasmani, 70, nama pengemis itu, marah-marah pada salah seorang peziarah.

Awalnya dia minta uang pada peziarah tersebut. Peziarah itu lantas memberinya uang Rp 500. Namun, diduga Kasmani tidak begitu suka hanya diberi uang Rp 500.

Dia pun lantas marah-marah pada peziarah yang memberinya uang itu. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke petugas Satpol PP Kota Pasuruan yang bertugas di sana, Minggu (6/10) siang.

Mendapat laporan itu, petugas Satpol PP langsung mengeceknya. Petugas mendatangi Kasmani yang saat itu ada di sebuah toko.

Lantaran sudah lanjut usia, petugas melakukan pendekatan perlahan dengan memintanya pulang ke Jember.

Dari situ diketahui, Kasmani indekos di Desa Gumeng, Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Pada petugas Satpol PP Kasmani juga mengaku, setiap pagi ada seseorang yang mengantarnya ke lokasi ini. Lalu malam dijemput.

“Dia harus dapat minimal Rp 200 ribu sehari. Kalau di bawah itu, dianggap tidak mendapat uang,” terang Kabid Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat.

Sekitar pukul 11.30, petugas akhirnya memulangkan paksa Kasmini dengan naik becak ke Desa Gumeng. Sehingga, dia tidak meresahkan peziarah.

“Selanjutnya, kami sarankan pulang ke Jember. Sebab, dia bolak-balik diamankan,” lanjut Imam.

Imam menjelaskan, Kasmini memang sering marah-marah pada peziarah. Dia juga sudah berkali-kali diamankan petugas karena kasus yang sama. Bahkan, sudah banyak peziarah yang melaporkannya.

“Tak dikasih uang marah. Dengan kasus yang sama, ibu ini sudah berkali-kali diamankan dan dipulangkan paksa,” katanya.

Menurut Imam, pihaknya sengaja langsung memulangkan Kasmini kemarin. Tidak lebih dulu diserahkan ke Dinsos.

"Karena sama saja. Kalau diserahkan ke Dinsos, nanti juga dipulangkan oleh Dinsos," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi di Dinsos Kota Pasuruan Agus Widjanarko mengaku. belum mendapat laporan tentang kasus Kasmini.

Termasuk dugaan bahwa dia diminta mengemis atau bekerja sebagai pengemis oleh seseorang.

“Kami akan mengecek dulu ke lapangan agar mencegah kejadian serupa yakni dugaan dipekerjaan sebagai pengemis,” tuturnya. (zen/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #satpol pp #wisata religi #mbah hamid #pengemis