Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Suhu Panas akan Terjadi Sampai Akhir Tahun, Ini Prediksi Musin Hujan di Kota Pasuruan

Fuad Alyzen • Senin, 7 Oktober 2024 | 23:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Suhu panas belakangan ini juga terjadi di Kota Pasuruan. Penyebabnya, menurut BMKG karena bergesernya posisi matahari ke selatan.

Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan mengatakan, berdasarkan keterangan BMKG matahari sedang bergerak ke selatan.

Bahkan, saat ini posisi matahari mendekati Jawa Timur. Karena itulah, sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kenaikan suhu cukup signifikan.

Termasuk di Kota Pasuruan. Saat ini, suhu udara di Kota Pasuruan berdasarkan termometer BMKG Pasuruan mencapai 33 derajat Celsius.

Suhu ini belum dikategorikan maksimum. Sementara suhu di wilayah lain malah lebih panas.

Di Lamongan misalnya, mencapai 37,5 derajat Celsius. Disusul Bojonegoro, Surabaya, dan Jombang dengan suhu udara antara 35 sampai 36 derajat Celsius.

“Suhu panas ini akan bertahan sampai akhir tahun. Dan puncaknya akan terjadi pada 11 Oktober 2024. Saat itu, posisi matahari tepat di atas Kota Surabaya,” katanya.

Namun, masyarakat menurutnya tidak perlu khawatir. Sebab, hujan diperkirakan mulai turun pada November di Kota Pasuruan.

Kondisi hujan akan mengurangi terik dari matahari. Walaupun, suhu panas tetap akan terasa sampai akhir tahun.

Hujan juga diprediksi akan turun di daerah lain. Namun, lebih cepat daripada di Kota Pasuruan.

Di Ponorogo dan Jombang misalnya, hujan malah diprediksi sudah turun di bulan Oktober.

Selama musim peralihan ini, Rully berharap pemerintah mengoptimalkan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya menghadapi risiko bencana selama hujan.

Sebab, musim hujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir bandang, longsor, sedimentasi waduk.

“Perlu informasi terpadu terhadap cuaca dan iklim saat masa peralihan dan musim hujan,” ujarnya. (zen/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#bmkg #kota pasuruan #musim hujan #suhu panas