PASURUAN, Radar Bromo-Moch Samsul, 47, sopir asal Kademangan, Kota Probolinggo yang dibacok temannya sendiri di Kraton, Kabupaten Pasuruan akhirnya meninggal.
Samsul meninggal usai sempat dirawat beberapa hari di RS. Ia bahkan sempat dirujuk ke RSUD dr Soetomo di Kota Surabaya.
Samsul meninggal Rabu pagi (2/10). Jenazahnya juga sudah dibawa ke rumah duka di Kota Probolinggo.
Kabar tewasnya korban dibenarkan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa.
Dia menyampaikan, Samsul yang menjadi korban pembacokan pada Senin (30/9) di Jalan Pantura, Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, meninggal dunia di RS Surabaya.
Pihak keluarga langsung membawa jenazahnya pulang untuk segera dikebumikan.
“Sekitar jam 8 pagi meninggal, Mas,” ujarnya saat ditanya kabar terakhir soal korban.
Choirul tak merinci, apa yang membuat korban tak bertahan. Namun, korban memang mengalami luka berat setelah dibacok oleh LH, yang merupakan rekan kerjanya.
Bahkan, usus korban sempat terburai akibat tikaman benda tajam tersebut.
Namun LH yang menjadi terduga pelaku pembacokan sudah tertangkap.
Sampai saat ini, kepolisian masih perlu melakukan penyelidikan untuk pembuktian.
“Sudah tertangkap (pelakunya) dan dalam proses penyidikan dan akan dilakukan rilis dalam waktu dekat,” janjinya.
Choirul juga belum menjelaskan apa kira-kira pasal yang akan dikenai ke terduga pelaku.
Apakah pasal penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal atau pasal pembunuhan.
Diberitakan sebelumnya, Moch Samsul, 47, dibacok dibagian perut sampai isi perut meluber keluar di Jalan Raya Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Senin (30/9) lalu.
Diduga pelakunya temannya sendiri LH, 30, warga Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Antara korban dan terduga pelaku sebelumnya terjadi cekcok. Kabarnya, LH mencuri uang milik korban saat perjalanan dari Madura ke Probolinggo.
Alhasil, Samsul memecatnya saat mereka melaju di Jalan Raya Kraton tepatnya di Bendungan.
Tapi sebelum LH pulang, dia diduga membacok Samsul. Hingga akhirnya kabur.
Adalah Slamet, 68, warga sekitar yang pertama melihat korban. Saat itu, Slamet sedang menjaga lintasan kereta api yang hendak lewat sekitar pukul 14.00.
Tiba-tiba ia melihat korban melambaikan tangan seperti minta tolong.
Saat itu korban berada di badan jalan, menepi lalu langsung tergeletak di tepi jalan. Tepat di depan dump truck yang tengah parkir di lokasi. (zen/fun)
Editor : Muhammad Fahmi