BANGIL, Radar Bromo - Kasus kebakaran di Kabupaten Pasuruan kian mengkhawatirkan.
Sebab, kasus demi kasus terus bermunculan, di puncak kemarau ini.
Dalam sebulan terakhir ini saja, telah terjadi 27 insiden kebakaran. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Lantaran hampir setiap hari, terjadi kebakaran di berbagai wilayah. Kebakaran lahan terbuka yang dekat dengan pemukiman warga menjadi ancaman serius.
“Kebakaran lahan kerap kali terjadi, lantaran pembakaran sampah yang tidak diawasi,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Sugeng menambahkan, api yang semakin besar, ditambah dengan dorongan angin kencang, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Ia menyayangkan sikap warga yang seringkali membakar sampah sembarangan. Kemudian meninggalkannya begitu saja.
Kondisi ini, sangat berbahaya. Karena menjadi salah satu pemicu, terjadinya kebakaran.
Berdasarkan data yang diperoleh, ulah manusia menjadi faktor utama penyebab kebakaran di Pasuruan.
Kebiasaan membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok sembarangan, atau menyalakan api unggun tanpa pengawasan menjadi pemicu utama.
“Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan kering juga memperparah situasi,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya juga merasa terbantu dengan kepedulian relawan dalam urusan kemanusiaan dan kebencanaan seperti sekarang.
Karena itu, ia berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencegah terjadinya kebakaran.
“Pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan bekerja sama, kita dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran dan melindungi lingkungan sekitar,” tukasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin