PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Becak bermotor (betor) sejatinya dilarang masuk perkotaan. Bahkan banyak tukang betor yang sudah dikenai tilang.
Belum lama ini, tukang betor terlibat cekcok dan nyaris berujung perkelahian di Alun-alun Pasuruan.
Insiden itu terjadi Senin (9/9) petang. Penyebabnya, karena persaingan penumpang. Betor yang sejatinya tak diperkenankan masuk kawasan Alun-alun, tetap mengangkut dan mengantar penumpang.
Alhasil, ini membuat membuat tukang becak wisata geram. Singkatnya, terjadi cekcok hingga berujung nyaris ke perkelahian.
Dari informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, cekcok berujung perkelahian itu terjadi sekitar pukul 17.20. Lokasinya berada di Jalan Wr Supratman, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo.
Tak hanya dengan becak wisata. Pengendara betor juga hampir berkelahi dengan jukir di sana.
Sebabnya, betor sempat menabrak kendaraan milik jukir. Jukir yang meminta pertanggung jawaban, justru ditantang betor. Akhirnya cekcok dan nyaris terjadi perkelahian.
Kabid Linmas Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat membenarkan kejadian itu. Kata Iman, insiden itu bermula saat ada pengendara bertor berna Jd, 40, warga Kelurahan Mandaran, Kecamatan Panggungrejo.
Saat itu Jd mengambil penumpang dari Alun-alun dan terminal wisata. Saat itu pengunjung dari luar kota sangat ramai.
Melihat itu, tukang becak merasa iri. Salah satunya Al yang akhirnya mengingatkan Jd. Sembari berdiri di tepi jalan Wr Supratman itu, Al mengingatkan Jd agar tidak serakah.
Mendapat warning, Jd rupanya begitu tak terima. Sehingga terjadi cekcok. Diperdebatan panjang itu keduanya hampir berkelahi. Hampir terjadi baku hantam.
Untungnya ada petugas yang standby di sekitar yang langsung melerainya.
“Hampir terjadi baku hantam abang betor dan becak wisata, untung terpantau dan datang untuk melerainya,” katanya.
Petugas yang waktu itu melakukan mediasi antar keduanya, pengendara betor bernama Jd malah menentang dan melawan petugas. Lantaran itu betor yang posisinya salah, mau dieksekusi oleh petugas.
Tapi Jd malah melarikan bersama betornya. Nah, saat kaburt itulah Jd hampir hampir menabrak petugas.
Lantaran tergesa-gesa, Jd menabrak motor jukir bernama Sahrul, 45, warga Kelurahan Trajeng, Panggungrejo.
Hingga terjadilah keributan. Motor yang ditabrak dimintai pertanggung jawaban. Namun Jd enggan menggantikan kerusakan.
Jukir yang tak terima dan jd, lagi-lagi hampir adu josot. “Mau berkelahi lagi. Kami pun melerainya,” katanya.
Setelah dilerai itu, pengemudi betor akhirnya melarikan diri dengan kencang mengarah ke timur. (zen/fun)
Editor : Jawanto Arifin