GEMPOL, Radar Bromo – Kondisi Gempol Plaza kian memprihatinkan. Sudah dibangun dengan dana miliaran rupiah, kondisinya terkesan mangkrak.
Lantaran minim penghuninya. Dari 170 kios yang ada, hanya 12 kios yang berfungsi. Selebihnya, tak beroperasi.
Mangkraknya kios-kios tersebut, terlihat dari tampilan kios yang ada. Lantai dan temboknya kotor. Serta tampak sudah kusam. Seolah, bangunan tersebut terabaikan.
Bangunan megah tersebut, didirikan sejak 2017 lalu. Plaza Gempol mulai dioperasikan, setahun kemudian.
Sayangnya, tak banyak pedagang yang menghuni. Hanya ada sekitar 12 pedagang yang beroperasi. Alhasil, nuansa sepi menyelimuti.
Kondisi tersebut kontras dengan pasar tradisional yang berada di belakangnya. Pasar setempat tampak ramai.
Kios-kios yang disediakan, terisi para pedagang. Setiap harinya, pasar setempat dijubeli pembeli.
“Gempol Plaza memang sepi. Karena hanya 12 kios saya yang aktif. Sementara yang lain, tutup. Berbeda dengan kondisi pasar tradisional yang ada di bagian belakang. Alhamdulillah ramai setiap harinya,” kata Kepala Pasar Gempol Muhammad Arif.
Arif mengaku, tidak mengetahui secara pasti, penyebabnya. Karena saat menjabat di pasar setempat, kondisinya memang tengah sepi. Apalagi, konsep awal, memang akan dijadikan pusat grosir konveksi.
Kenyataannya, tak terealisasi. “Kondisinya memang seperti ini, sejak saya bertugas di sini. Kami masih mencari formula, untuk menggairahkan Gempol Plaza ini,” akunya. (zal/one)
Editor : Ronald Fernando