PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Bangkai perahu semakin merusak pemandangan pelabuhan Pasuruan.
Sampai-sampai kerangka perahu tersebut, berjatuhan ke dalam sungai. Kondisi itu mulai dikeluhkan masyarakat lantaran tak kunjung ditangani.
Sejak Kamis hingga Jumat (5-6/9) sekelompok nelayan membersihkan kerangka perahu yang berjatuhan ke dasar Kali Gembong.
Mereka mengangkut kayu lapuk itu, agar tak mengotori sungai. Sebab menurut mereka membahayakan.
Ketua Himpunan Pecinta dan Pemerhati Lingkungan dan Wisata, Ihsan Khoiri menyatakan, sudah dua hari ini, masyarakat sekitar bergotong-royong membersihkan sungai di pelabuhan.
Bersih-bersih itu dilakukan, terhadap kerangka perahu yang mulai berjatuhan.
Hal itu dilakukan, untuk mencegah pendangkalan sungai.
Karena limbah perahu yang menumpuk, akan mengganggu akses trasportasi di sungai. Bahkan bisa merusak kehidupan mahluk hidup di sungai setempat.
“Sangat disayangkan hal ini dibiarkan. Mengingat, dampak yang ditimbulkan, beragam. Terutama penangkapan ikan di tepi laut. Karena itulah, masyarakat yang berprofesi nelayan membersihkannya,” ujarnya.
Apalagi, bangkai perahu jumlahnya semakin banyak. Walaupun oleh pemiliknya dibiarkan untuk dijual, setidaknya perahu yang sudah menjadi bangkai disediakan tempat. Agar tidak berdampak pada ekosistem kehidupan di laut.
Ia memandang, seharusnya ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pasuruan. Agar ekosistem di laut stabil.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, untuk rencana normalisasi tidak ada.
Sebab pihaknya kesulitan mengakses alat berat ke wilayah Pelabuhan Kota Pasuruan.
“Tidak ada rencana normalisasi di wilayah setempat. Agak kesulitan akses alat beratnya ke Kali Gembong,” sampainya.
Pihaknya hanya berencana perbaikan tanggul di Kelurahan Pekuncen, Panggungrejo dan Kelurahan Kebonagung, Purworejo. Targetnya, selesai Desember 2024. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin