Walau pernah duduk di periode 2019-2024, Rudi Salam mengaku, dia akan mengawal pembangunan di kota yang dinilainya belum merata. Terutama di Bugul Kidul yang menjadi daerah pemilihannya (dapil).
=========================
WAJAR saja jika Rudi Salam menganggap, pembangunan di Bugul Kidul belum merata.
Dari empat kecamatan yang ada, Bugul Kidul terbilang kecamatan yang belum memiliki banyak tempat untuk sektor perekonomian. Salah satunya pasar.
“Warga Bugul Kidul itu kalau belanja harus ke Pasar Kebonagung atau Pasar Besar. Belum lagi jika kita bicara soal Rusunawa. Bugul Kidul yang belum punya,” jelas Rudi.
“Di sisi lain, masih banyak rumah warga di Bugul Kidul, yang satu rumahnya dihuni lebih dari 1 KK,” beber politisi yang pernah duduk di Komisi III di periode pertamanya itu.
Pria yang pernah menjadi guru dan Kepala Sekolah MI Darul Ulum ini juga menilai, di dapilnya juga masih kurang fasilitas olahraga.
Padahal banyak atlet handal berasal dari Bugul Kidul. Sementara asset Pemkot Pasuruan di kecamatan ini sebenarnya banyak.
Itulah yang akan menjadi fokus Rudi Salam di periode keduanya duduk di parlemen DPRD Kota Pasuruan.
Walaupun pembangunan dilakukan eksekutif, sebagai legislator, dia ingin mengawal pembangunan yang merata. Sehingga kehadirannya menjadi wakil rakyat, bisa memiliki manfaat. (fun)
Rudi Salam (Golkar)
Lahir: Pasuruan, 17 November 1982
Dapil: 2 (Bugul Kidul)
Editor : Muhammad Fahmi