Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Siswa Pelaku Bullying di Kota Pasuruan Dikeluarkan Sekolah, Korban Bullying Belum bisa Pulang

Fuad Alyzen • Rabu, 28 Agustus 2024 | 15:46 WIB
BERI PENJELASAN: Wakil Kepala SMAN 4 Kota Pasuruan Putut Cahyono (biru) didampingi beberapa guru saat memberikan keterangan kepada para awak media, Selasa (27/8) siang.
BERI PENJELASAN: Wakil Kepala SMAN 4 Kota Pasuruan Putut Cahyono (biru) didampingi beberapa guru saat memberikan keterangan kepada para awak media, Selasa (27/8) siang.

PURWOREJO, Radar Bromo - Kasus bullying yang dialami NS membuat gempar jagat pendidikan di Kota Pasuruan. Insiden itupun berbuntut.

Tiga siswa kelas XI SMAN 4 Kota Pasuruan yang melakukan bullying, harus dikeluarkan dari sekolah. Kasus ini pun sekarang tengah diselidiki kepolisian.

Informasinya, 3 siswa yang dikeluarkan dari sekolah berinisial G, 17, D 17 dan D 17. Mereka dikeluarkan lantaran diduga menjadi pelaku bullying terhadap NS.

Dua anak di antaranya merupakan teman sejak SMP dengan NS. Sementara satu anak beda SMP. Namun mereka bertiga semua satu kelas dengan korban sejak kelas X di SMAN 4 Kota Pasuruan.

Bukan hanya itu saja. Informasinya, ada 10 anak termasuk 3 siswa yang dikeluarkan akan dipanggil polisi pada hari ini (28/8). “Tiga anak yang dikeluarkan dilakukan pemanggilan,” ujar guru BK SMAN 4 Kota Pasuruan Yeni Ika kepada awak media, kemarin.

Soal ketiga siswa yang dikeluarkan, disebut Yeye-panggilan Yeni Ika, dilakukan setelah NS dibawa ke RSJ Lawang Malang. Sejak Kamis (22/8) ketiganya bukan siswa SMAN 4 Kota Pasuruan lagi.

Yeye, menyampaikan sebenarnya ada 8 anak yang terdeteksi melakukan bullying terhadap NS.

Namun sekolah menerima surat pemangggilan polisi. Di dalamnya, ada 10 anak yang akan dipanggil.

Sementara Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Sejauh ini, pihaknya bakal melakukan pemanggilan.

“Penyidik telah melakukan gerak cepat dengan langsung mendatangi sekolah, Senin (26/8) sesaat setelah menerima laporan kemarin.

Penyidik juga mengirimkan surat undangan klarifikasi pada para saksi dan anak yang diduga sebagai pelaku bulying,” jelasnya.

Kata Choirul, pihak yang akan diminta keterangan pada Rabu (28/8) sebanyak 4 orang, dan pada hari Kamis (29/8) sebanyak 8 orang. Totalnya sebanyak 12 orang.

Di samping itu pihak penyidik telah berkoordinasi dengan pihak RSJ, untuk mengetahui kondisi korban serta meminta visum psikiatrikum terhadap korban.

Dalam menuntaskan kasus ini, Satreskrim tidak sendirian. Mengingat korban dan pelaku masih berusia remaja dan belum dewasa, penyidik akan menggandeng DP3A KB Pemkot Kota Pasuruan dalam proses penyelidikan.

“Kami akan melakukan penyelidikan terhadap perkara tersebut secara profesional dan transparan,” akunya.

Sementara itu, kondisi NS, sampai kemarin masih belum pulih. Korban yang berasal dari Kelurahan Karanganyar, Kelurahan Panggungrejo, yang mengalami depresi akibat bullying ini masih dalam perawatan.

Selama perawatan sejak Rabu (21/8) lalu, korban NS sudah menunjukan pemulihan. Namun pihak rumah sakit belum merekomendasi korban pulang.

Ini diungkapkan Kepala Tim Kerja Hukormas Rumah Sakit Jiwa dr Radjiman Wediodiningrat Lawang Kabupaten Malang Arum Swastikasari.

Dia menyampaikan, saat ini pasien sedang menjalani perawatan oleh psikiater anak dan remaja.

Sejak dirawat tanggal 21 Agustus 2024, secara umum sudah menunjukkan perbaikan. “Sudah menunjukkan perbaikan, dan masih dalam perawatan,” katanya.

Tim, lanjut dia, akan terus melakukan observasi. Karena setiap individu akan menunjukkan respon yang berbeda terhadap pengobatan.

Menurut dokter yang menanganinya, hingga saat ini belum ada rekomendasi pulang. Sebab masih belum pulih secara total. (zen/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#bullying #pelajar dibully #SMAN 4 Kota Pasuruan #depresi #rumah sakit jiwa