GADINGREJO, Radar Bromo-Aksi bullying masih terjadi di Kota Pasuruan. Gara-gara jadi korban bullying teman-temannya, seorang siswa kelas 2 SMAN 4 Kota Pasuruan alami depresi berat. Sang siswa pun sampai harus dirawat di RSJ dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang.
Korban berinisial NS 17, warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo.
Sejak Rabu (21/8) lalu sampai sekarang, korban NS mendapat perawatan lanjut di RSJ Lawang Malang lantaran alami depresi berat.
Tak tinggal diam, keluarga korban pun melaporkan kasus bullying itu ke Polres Pasuruan Kota.
Kakak korban, FRM, 23 mengaku, pembulian itu tidak hanya terjadi kali ini. Bahkan sejak SMP, korban kerap mendapat bullying dari teman-temannya.
Bentuk bullying-nya perundungan hingga pemerasan uang 10 sampai 20 ribu perharinya dari uang sakunya.
Korban juga kerap dikata-katain serta alami kekerasan fisik seperti dipukul hingga seperti dicakar-cakar.
Pelaku bullying-nya sendiri merupakan teman korban sejak SMP. Nah, saat SMA, mereka tetap berteman satu sekolahan.
Akibat bullying itu, korban pun disebutkan sampai ketakutan ke sekolah. “Saking takutnya ia sampai minta diantar ibu ke sekolah,” ujar kakak korban FRM.
FRM sendiri, mengetahui kasus bullying itu dari cerita adiknya. Nah, Rabu (21/8) dirinya mencurigai kondisi adiknya yang terlihat kian tertekan.
Sang kakak pun lantas menanyakan kepada sang adik. Saat itu, kondisi adiknya ngos-ngosan. Lalu sang adik menjawab kalau habis dikeroyok oleh teman-temannya.
Lantaran terlalu parah. Selain ngos ngosan, korban lepas kontrol, selalu marah-marah.
Akhrinya keluarga korban memutuskan untuk membawanya ke RSJ Lawang Malang untuk diperiksa, Rabu.
Hingga sekarang, Senin (26/8) hasil pemeriksaan RSJ Lawang Malang, korban alami depresi berat. Sehingga korban harus mendapat perawatan lanjutan dari RSJ.
Tak terima, sang kakak dengan didampingi Komnas Perlindungan Anak bagian advokasi, Wahyudi Tri melaporkan ke Polres Pasuruan Kota, Senin (26/8) pukul 09.30.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara membenarkan laporan itu. Pihaknya sudah mendapat pengaduan dari keluarga korban. Secepatnya akan dilakukan penyelidikan terkait pelaporan ini.
Dan ada beberapa nama yang sudah muncul dari bahan laporan tadi, yang akan dimintai keterangan. Informasi awal ternyata korban sudah lama mendapat bully-an. “Pelaporan tadi (26/8) akan secepatnya akan dilakukan penyelidikan,” ujarnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi