Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Makam Kuno Misterius di Kota Pasuruan, Diperkirakan Berasal dari Era Ini

Fahrizal Firmani • Senin, 12 Agustus 2024 | 18:45 WIB
UKUR: Budayawan Pasuruan, Tengku Mirza saat mengecek ukuran nisan yang terbuat dari batu andesit pada makam kuno itu.
UKUR: Budayawan Pasuruan, Tengku Mirza saat mengecek ukuran nisan yang terbuat dari batu andesit pada makam kuno itu.

PASURUAN, Radar Bromo - Temuan makam kuno di RT 4 RW I Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, menjadi atensi sejarahwan Pasuruan.

Makam kuno ini disebut berasal dari era Troloyo.

Sejarahwan Pasuruan, Aris Hidayat menyebut, makam kuno ini berasal dari era Troloyo pada 1300 sampai 1500.

Ciri khas makam di era ini, adanya lengkung kurawal di bagian atas nisan.

Dengan temuan ini, makam kuno era Troloyo di Pasuruan ada dua. Yang pertama kali ditemukan adalah makam di Darmoyudo.

Namun makam kuno yang baru ditemukan ini diperkirakan lebih muda.

“Yang di Darmoyudo ada lambang Surya Majapahit itu, menunjukkan awal 1400-an. Sementara ini tidak ada. Berarti di akhir 1400 atau awal 1500-an,” jelasnya.

Troloyo adalah nama sebuah tempat di Mojokerto. Pada masa Majapahit di era pemerintahan Brawijaya ke V, lokasi ini sudah menjadi tempat berkumpulnya orang untuk menyebarkan agama Islam.

Budayawan Pasuruan, Tengku Mirza menambahkan, panjang makam kuno ini mencapai 212 sentimeter dan tinggi batu nisan sekitar 73 sentimeter.

Diperkirakan ada undak yang tersembunyi di dalam tanah.

“Nah biasanya semakin tinggi strata maka semakin tinggi undaknya. Kalau dia seorang raja bisa mencapai 11 undak,” tutur Mirza.

Budayawan lainnya, Rahmat Cahyono menambahkan, dari corak pada batu nisan, jelas menunjukkan jika yang dimakamkan bukan orang biasa.

Melainkan seorang tokoh, bisa itu seorang panglima atau bisa juga pemimpin pasukan.

“Ini masuk cagar budaya. Kami meminta perhatian Pemkot agar bisa membantu untuk pelestariannya,” tutur Yono-sapaannya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #makam kuno #bupati pasuruan #budayawan #sejarah