NGULING, Radar Bromo-Warga RT 6/ RW 2, Dusun Sang, Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan geger. Sosok mayat dengan kondisi gosong ditemukan di areal perkebunan desa setempat.
Kondisi mayat itu cukup mengenaskan saat ditemukan Selasa pagi (6/8). Sudah rusak dan dipenuhi luka bakar.
Kali pertama yang menemukan mayat itu adalah Rumiyati, 50, warga sekitar.
Informasinya, mayat ditemukan sekitar pukul 08.55. Pagi itu, Rumyati hendak mengambil daun jagung untuk pakan ternaknya.
Rumiyati pagi itu juga berencana membersihkan lahannya. Nah saat melintas di sekitar lokasi, dia mencium bau menyengat.
Ia pun berupaya mencari asal muasal bau yang menyengat itu. Saat itulah di kebun dekat parit, Rumyati melihat mayat laki-laki.
Kontan saja, Rumyati berteriak minta tolong usai melihat ada sosok mayat dengan kondisi mengenaskan.
Dalam sekejap warga berdatangan ke lokasi. Meski lokasi jauh dari pemukiman, massa cepat berkumpul.
Perangkat desa dan kades Sanganom dihubungi. Tapi begitu tiba, warga tak ada yang mengenali mayat.
Sebabnya, saat ditemukan tubuh sudah gosong dan didapati sejumlah belatung.
Diduga korban sudah meninggal lebih dari empat hari yang lalu.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sekitar lokasi jenazah, adalah ladang kebun.
Yang bikin curiga, di kebun tersebut juga bekas ada ilalang yang terbakar. Masih nampak rumput dan abu yang habis terbakar.
Sedangkan posisi mayat terlentang dengan kepala di sebelah timur dan kaki di bawah parit kedalaman sekitar 3 meter.
“Tadi (kemarin, red) mau ngambil daun jagung. Ibu-ibu itu (Rumyati, red) teriak minta tolong karena melihat mayat ini,” kata Hakim, 21, warga sekitar sembari menunjukan daun jagung yang ditinggal di dekat TKP.
Setelah temuan itu, petugas kepolisian mendatangi lokasi. Petugas inafis mencari petunjuk. Sekitar lokasi langsung dipasang garis polisi.
Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Rudy Hidajanto mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.00. Lalu menindaklanjuti menuju ke lokasi kejadian.
Belum diketahui penyebab kematian jenazah. Identitasnya pun belum diketahui karena masyarakat tidak ada yang mengenalinya.
Setelah melakukan olah TKP, pihaknya berencana bakal melakukan otopsi. “Mau dibawa ke RSUD dr R Soedarsono lalu ke RS Bayangkara Porong,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Muhammad Fahmi