Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gandeng Investor Kembangkan Kampung Mebel, Ini yang Perlu Dibangun

Fahrizal Firmani • Rabu, 31 Juli 2024 | 19:25 WIB
DIOPERASIKAN: Wisata Kampung Mebel Bukir yang sudah dioperasikan. Tampak dua anak menunjuk kawasan setempat.
DIOPERASIKAN: Wisata Kampung Mebel Bukir yang sudah dioperasikan. Tampak dua anak menunjuk kawasan setempat.

PASURUAN, Radar Bromo - Wisata Kampung Mebel Bukir akhirnya difungsikan. Sejumlah los sudah disewa oleh pedagang.

Namun, wisata baru ini masih perlu pengembangan. Pemkot berencana menggandeng investor.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari melalui Kabid Pariwisata Oktavia Puji Lestari menyebut, wisata Kampung Mebel Bukir sudah diserahkan ke Pemkot. Dan sejak Juli difungsikan.

Pembangunan Kampung Mebel Bukir ini dilakukan tahun lalu. Dan rampung akhir Desember.

Namun, tidak langsung diserahkan ke Disparpora. Sebab masuk masa pemeliharaan selama enam bulan. Masa pemeliharaan berakhir Juni.

“Diserahkan ke kami awal Juli, usai masa pemeliharaan. Saat ini, sudah difungsikan,” ungkap Via-sapaan akrabnya.

Ia menyebut, Kampung Mebel masih akan terus dikembangkan. Pihaknya akan menggandeng pihak ketiga, sebagai investor.

Mengingat, wisata baru yang terletak di dekat Pasar Mebel Bukir tersebut, masih perlu fasilitas penunjang.

Diantaranya, areal parkir, kamar mandi, toilet, hingga kolam renang anak. Seluruh fasilitas penunjang ini, akan dibangun oleh investor.

Pemkot sudah mengantongi pihak yang mau menjadi investor.

“Pengembangan lanjutan tidak akan menggunakan APBD Pemkot, melainkan dari investor. Banyak fasilitas yang perlu dibangun,” tuturnya.

Saat ini, ada 10 kios yang sudah disewa pedagang. Mereka rata-rata buka mulai 14.00 hingga pukul 23.00.

Namun, ada 10 kios lainnya yang juga akan ditempati. Rencananya, difungsikan Agustus.

Demi keamanan, pihaknya menyediakan penjaga keamanan di lokasi.

Selain itu, adanya pedagang yang berjualan hingga malam hari, juga membuat lokasi setempat aman. Apalagi kebanyakan pedagang itu, warga setempat.

“Sistemnya sewa dibayar di awal tahun. Besaran sewanya, Rp 350 ribu per meter persegi. Rata-rata berjualan makanan dan minuman (mamin),” terang Via. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#mebel #investor #bukir