PASURUAN, Radar Bromo - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pasuruan pada 2023, mencapai 78,30.
Meningkat 0,59 poin, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 77,71.
Peningkatan IPM ini, terjadi pada semua dimensi. Baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.
IPM Kota Pasuruan lebih tinggi daripada rata-rata Jawa Timur, sebesar 73,38.
Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmaji mengungkapkan, pertumbuhan IPM 2023 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya.
Seluruh dimensi pembentuk IPM, mengalami peningkatan.
“Selama 2020-2023, IPM Kota Pasuruan rata-rata meningkat 0,79 persen per tahun. Dari 76,47 pada 2020, menjadi 78,30 pada 2023,” kata dia.
Imam menyebut, pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2023, memiliki harapan untuk hidup hingga 74,64 tahun.
Meningkat 0,26 tahun dari mereka yang lahir di tahun sebelumnya.
Sementara pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah penduduk umur tujuh tahun, meningkat 0,02 tahun dari tahun sebelumnya.
Dari 13,64 menjadi 13,66 tahun. Sedangkan rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas, meningkat 0,11 tahun.
Meningkat dari 9,67 tahun menjadi 9,78 tahun pada tahun 2023.
Lalu, untuk dimensi standar hidup layak yang diukur dari rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun, meningkat Rp 447 ribu dibandingkan sebelumnya.
“Peningkatan IPM didukung semua dimensi penyusunnya. Namun, ada yang mengalami perlambatan dibanding 2022,” tutur Imam.
Dua indikator yang mengalami perlambatan ini, adalah rata-rata lama sekolah sebesar 1,14 persen, dibanding tahun sebelumnya yang meningkat 3,34 persen.
Dan pengeluaran riil per kapita sebesar 3,24 persen, dibanding sebelumnya 3,36 persen.
Sementara usia harapan hidup, pertumbuhannya relatif tetap sebesar 0,35 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan harapan lama sekolah, mengalami peningkatan dari 0,07 persen menjadi 0,15 persen.
“IPM Kota Pasuruan, masuk kategori tinggi. Lebih tinggi dari IPM Jawa Timur yang baru 73,38,” tutur Imam. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin