PANDAAN, Radar Bromo - Dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), posyandu terus melakukan terobosan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Posyandu Integrasi Layanan Primer yang juga disebut sebagai Posyandu Keluarga, menjadi salah satu sasaran implementasi ILP.
Posyandu Melati di Dusun Temas, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan sebagai Center of Excellent telah bertransformasi.
Dari posyandu yang hanya melayani bayi; balita serta ibu hamil menjadi Posyandu Keluarga yang melayani seluruh siklus hidup.
Mulai dari sasaran ibu hamil dan menyusui; bayi dan balita; anak usia sekolah dan remaja; serta usia produktif hingga lansia.
“Peran Posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar. Kami berharap dengan adanya posyandu keluarga ini, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bukan hanya untuk bayi dan balita semata. Tetapi diperuntukkan, bagi seluruh sasaran siklus hidup. Melalui posyandu, layanan sosial dasar bidang kesehatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat kepada masyarakat,” ungkap Sri Setyojayanti, kepala UOBF Puskesmas Sebani.
Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, Posyandu Keluarga Melati menjadwalkan buka pelayanan setiap bulan untuk masing-masing sasaran.
Hal ini dikarenakan tidak semua sasaran bisa datang pada satu hari saja. Yaitu sasaran anak usia sekolah dan remaja yang khusus dijadwalkan di hari libur sekolah.
Berlokasi di Balai Dusun Temas, pelayanan posyandu akan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Pelayanan yang diberikan berupa: pemeriksaan kehamilan, konseling ASI; Imunisasi; Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing bagi bayi balita; Pemberian Makanan Tambahan Lokal; Konseling Kesehatan Reproduksi dan masalah kesehatan remaja; Pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah pada usia produktif dan lansia.
Dengan adanya Posyandu Keluarga, terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke posyandu.
Karena, jenis layanan yang diberikan semakin beragam. Tidak terbatas hanya pelayanan bagi bayi-balita saja. Melainkan seluruh keluarga.
Selain itu, posyandu juga memberikan pelayanan di luar hari buka, dengan melakukan kunjungan rumah. Serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Saat ini, masyarakat belum terlalu mengenal konsep Posyandu Siklus Hidup/ Posyandu Keluarga.
Sehingga kader kesehatan bersama dengan lintas sektoral, terus menyosialisasikan Posyandu Keluarga kepada masyarakat.
Selain itu, dalam meningkatkan kehadiran masyarakat di posyandu, kader kesehatan memberikan beberapa kegiatan yang dapat menarik minat masyarakat.
Contohnya dengan melakukan demo masak menggunakan bahan lokal (seperti pudding kelor dan nungget ikan kembung).
Memberikan hadiah bagi keluarga yang rutin datang ke posyandu hingga peningkatan ketrampilan bagi remaja dengan kegiatan membuat kerajinan tangan. (one)
Editor : Jawanto Arifin