PASURUAN, Radar Bromo - Untuk pertama kalinya, Car Free Night (CFN) atau malam bebas kendaraan digelar Pemkot Pasuruan. Jalan Pahlawan jadi ajang CFN digelar, Sabtu (7/7) malam.
Car Free Night perdana itu pun berjalan lancar. Ribuan masyarakat memenuhi areal CFN yang digelar bertepatan dengan malam 1 Muharam atau Tahun Baru Islam.
Acara itu sendiri dibuka Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf bersama Wakil Wali Kota Adi Wibowo.
Karena bertepatan dengan malam tahun baru Islam, CFN juga dimeriahkan dengan pawai obor.
Berbagai komunitas ikut memeriahkan CFN yang pertama digelar ini. Mulai dari komunitas sepeda ontel, pencinta reptil, hingga barongsai. Puluhan stan UMKM juga menawarkan jajanan khas tempo dulu.
Selama lima jam CFN digelar, ruas Jalan Pahlawan tidak boleh dilewati kendaraan. Yaitu, mulai pukul 17.00 sampai 22.00.
Gus Ipul–panggilan Saifullah Yusuf–mengatakan, CFN akan digelar rutin tiap pekan ganjil. Yaitu, pekan pertama dan ketiga tiap bulannya.
Lalu pagi harinya dilanjutkan dengan Car Free Day (CFD) yang sempat vakum sejak pandemi Covid-19 menyerang.
CFD juga digelar selama lima jam, sama dengan Car Free Night. Yaitu, mulai pukul 05.00 hingga 10.00.
“Namun untuk pekan ini, CFD belum bisa maksimal. Sebab, ada acara di gedung P3GI. Ke depannya, kami harap bisa berjalan baik,” jelasnya.
Menurut Gus Ipul, CFD dan CFN memiliki konsep berbeda. CFD merupakan kegiatan untuk memberdayakan UMKM di Kota Pasuruan.
Masyarakat bisa menikmati aneka makanan dan minuman dari para pelaku UMKM selama CFD.
Sementara CFN lebih pada mengenalkan berbagai budaya di Kota Pasuruan. Dan ini terlihat dengan adanya pawai obor, barongsai, hingga sejumlah komunitas yang hadir dalam gelaran perdana.
“CFN dan CFD bertujuan agar Kota Pasuruan semakin gemerlap. Diharapkan bisa menyalip kota lainnya, seperti Surabaya dan Malang,” tutur Gus Ipul. (riz/hn)
Editor : Jawanto Arifin