BANGIL, Radar Bromo- Musim kemarau telah tiba. Suhu dingin yang terasa malam hingga pagi menandakan puncak peralihan musim. Masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap fenomena bediding. Termasuk warga Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, fenomena ini biasanya terjadi saat beralih dari musim hujan ke kemarau. Kemuudian, menyebabkan suhu malam hingga pagi menjadi lebih dingin meski sedang musim kemarau.
“Fenomena bediding ini musiman dan sering terjadi pada bulan-bulan tertentu saat peralihan musim,” katanya.
Bediding terasa pada perbedaan suhu yang mencolok, terutama pada awal dan puncak musim kemarau. Meski umumnya terjadi di daerah pegunungan, fenomena ini dapat dirasakan juga di daerah dataran rendah. Fenomena ini disebabkan posisi matahari yang berada di posisi terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa.
Sugeng mengimbau masyarakat mengambil langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan mereka. Termasuk menggunakan pakaian hangat sesuai suhu, memastikan cukup konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi, mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga energi tubuh, dan memastikan istirahat tidur yang cukup untuk menjaga kekuatan tubuh.
“Selain itu, dalam menghadapi peralihan musim, kami mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang dan cuaca ekstrem,” pinta Sugeng. (tom/rud)
Editor : Ronald Fernando