PASURUAN, Radar Bromo - Lapas IIB Pasuruan seolah tak ingin kecolongan.
Untuk memastikan tidak ada Warga Binaan yang kabur, pengetatan terus dilakukan.
Salah satunya, dengan mengharuskan WB untuk melakukan absensi dengan finger print.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas IIB Pasuruan, Taufiqul Hidayatullah mengatakan, finger print ini digunakan saat WB keluar dan kembali ke ruangan.
Ini untuk bisa menjaga keamanan Lapas. Mengingat, jumlah WB di Lapas IIB Pasuruan cukup banyak.
Saat ini mencapai 761 WB. Tidak hanya narapidana. Adapula yang masih tahanan.
“Ini untuk memudahkan kontrol dan pengawasan kami pada WB. Tidak mungkin kami cek satu per satu,” ungkapnya.
Selain itu, WB memiliki banyak kegiatan setiap harinya. Mereka harus mengikuti salat berjamaah di masjid Lapas setempat, setiap Dzuhur, Ashar dan Magrib.
Mereka juga ada kegiatan di luar ruangan saat sore hari.
Belum lagi, setiap pekannya juga ada kunjungan dari pihak keluarga. Di mana, warga binaan ini, menemui keluarga mereka di ruang aula.
Sehingga, fungsi kontrol akan kesulitan jika hanya mengandalkan petugas.
“Setiap hendak keluar dan kembali, mereka harus melakukan absensi dengan finger print. Kontrol keamanan jadi lebih mudah,” tutur Taufik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin